4 Bulan Menghilang, Seorang Gadis Cilik Sleman Belum Ditemukan

Irwan A Syambudi
Irwan A Syambudi Minggu, 03 Juni 2018 23:17 WIB
4 Bulan Menghilang, Seorang Gadis Cilik Sleman Belum Ditemukan

Pasangan suami istri Wandi dan Mei Suprapti menunjukkan foto putrinya Refina Nadya Yuana yang telah menghilang saat ditemui di rumahnya di Dusun Guyangan, Desa Nogotirto, Gamping, Sabtu (2/6/2018). Harian Jogja-Irwan A. Syambudi

Harianjogja.com, SLEMAN—Seorang gadis cilik asal Dusun Guyangan, Desa Nogotirto, Gamping sudah mengilang sejak Februari 2018. Gadis berusia enam tahun itu dilaporkan telah dibawa lari oleh teman ibunya, dan sampai saat ini belum diketahui keberadaanya.

Pasangan suami istri Wandi, 38, dan Mei Suprapti, 35, masih terus berharap agar putri bungsunya, Refina Nadya Yuana atau yang biasa disapa Fina dapat kembali ke pangkuan mereka dengan selamat. Pasalnya sejak mengilang pada awal Februari lalu, hingga kini belum ada informasi terkiat keberadaannya.

Segala upaya pun telah dilakukan, dengan melakukan pencarian sendiri hingga melaporkan ke polisi. Namun sampai saat ini upaya itu masih belum membuahkan hasil. “Sampai sekarang Fina masih belum ketemu,” kata Suprapti, Sabtu (2/6/2018).

Diketahui, Fina dibawa lari oleh Suyono, pria yang merupakan teman Suprapti pada Jumat, 2 Februari 2018 lalu. Waktu itu Fina diajak Suprapti menjemput kakaknya di SD Bangirejo, Tegalrejo, Kota Jogja. Tiba-tiba Suyono datang dan mengajak Fina berkeliling naik motor. Karena sudah kenal, Suprapti pun mengizinkan. Tapi sejak saat itulah Fina dan Suyono menghilang tanpa jejak hingga kini.

Tiga hari setelah peristiwa itu, Suprapti dan suaminya melapor ke Polsek Tegalrejo dan Polresta Jogja. Namun, hingga kini tidak ada perkembangan dari polisi. "Terakhir komunikasi dengan polisi sekitar akhir Maret. Ada postingan di facebook, di Sidoarjo Jawa Timur ditemukan seorang bocah perempuan, memang mirip dengan Fina. Pak polisi tanya anak saya bukan, saat saya lihat di facebook bukan, beda ciri-ciri wajahnya, matanya beda," jelasnya.

Kemudian setelah itu, pada April dia menghubungi polisi lewat pesan singkat menanyakan perkembangan pencarian Fina. Namun dia belum mendapatkan jawaban apapun dari pertugas.

Tak hanya Suprapti yang berharap Fina segera ditemukan. Kakak Fina, Arifin Putra (12) juga sering menunjukkan sikap dan rasa kangen terhadap adiknya. "Kakaknya sering menanyakan Fina, kan biasa mereka berdua bermain bersama, jajan bareng," ujarnya.

Sementara itu ayah Fina, Wandi mengatakan telah berupaya mencari informasi keberadaan Suyono kepada keluarganya di Kulon Progo dan Sleman. Namun tidak membuahkan hasil. Bahkan dia juga minta tolong kepada orang pintar dan hasilnya juga sama saja.

Upaya untuk mencari purtinya itu beberapa kali mendapatkan simpati dari sejumlah orang, melalui postingan di media sosial banyak orang yang peduli dan ikut membantu menyebarkan informasi.

Di tengah penantian kabar keberadaan Fina, Wandi dan Suprapti tetap beraktivitas biasa. Keduanya berjualan es buah dan rujak es krim tidak jauh dari rumahnya. "Kami tetap jualan, kalau nganggur di rumah malah pusing. Kami berharap polisi bisa melacak anak saya, kami orang tuanya juga sudah berusaha setiap hari ikut mencari informasi dan petunjuk," ungkap Wandi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online