Jadwal SIM Keliling Gunungkidul 11 Juli 2026, Lengkap
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan masyarakat:
Jumpa Pers Pemberlakuan Layanan Kesehatan Peserta JKN-KIS Selama Libur Lebaran, Senin (4/6/2018)./Ist-BPJS Kesehatan
Harianjogja.com, SLEMAN-Seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) tetap mendapat pelayanan memadai selama libur Lebaran. Layanan tetap diberikan sesuai aturan selama peserta menjalani mudik.
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Sleman-Kulonprogo Janoe Tegoeh Prasetijo menjelaskan peserta yang mudik ke kampung halaman tetap mendapatkan pelayanan kesehatan selama libur Lebaran. Syaratnya status kepesertaanya harus aktif. Pelayanan selama libur Lebaran diberikan sejak 7 Juni (H-8) hingga 23 Juni (H+8) mendatang.
"Kalau sekarang belum aktif segera diaktifkan kembali agar selama libur Lebaran bisa tetap mendapatkan layanan kesehatan," katanya dalam rilisnya, Selasa (5/6/2018).
Selain kepesertaan aktif, layanan JKN-KIS juga harus sesuai prosedur yakni melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di sekitar lokasi berlebaran. Jika tidak ada fasilitas FKTP yang memberikan pelayanan atau peserta membutuhkan pelayanan di luar jam kerja FKTP maka peserta bisa dilayani di IGD Rumah Sakit untuk mendapatkan layanan medis dasar. Peserta baik dalam maupun luar wilayah bisa mendapatkan layanan kesehatan minimal tiga kali kunjungan.
"Dalam keadaan kegawatdarurat seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan penanganan pertama kepada peserta. Kalau tidak dilakukan, tentu ada sanksi yang akan diberikan dari instansi berwenang," tegas Janoe.
Dia menjelaskan selama libur Hari Raya Idulfitri 2018 nanti, untuk wilayah Sleman dan Kulonprogo ada tujuh rumah sakit yang disiagakan untuk memberikan layanan kesehatan. Empat RS berada di wilayah Sleman mulai RSUD Prambanan, RSU Condongcatur, RS Panti Nugroho, dan RS PKU Muhammadiyah Gamping. Sementara tiga RS lainnya berada di wilayah Kulonprogo meliputi RS NYI Ageng Serang, RS Rizki Amelia dan RS Kharisma Paramadika.
Layanan kesehatan di tujuh rumah sakit tersebut akan berjalan penuh untuk layanan bagi pasien BPJS. "Ketujuh RS yang kami pilih melayani layanan medis dasar karena posisinya strategis dan berada di jalur utama mudik. Jadi tidak berkumpul di satu titik," ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Nurulhayah menambahkan seluruh Puskesmas disiagakan selama masa libur Lebaran. Dinkes juga menyiapkan lima Puskesmas khusus melayani rawat inap dan ibu hamil yang akan melakukan persalinan. "Kelima Puskesmas yang siap melayani kelahiran seperti Puskesmas Melati 2, Ngemplak 1, Minggir, Kalasan, dan Puskesmas Sleman," ujar Nurulhayah.
Adapun Direktur RSUD Prambanan Isa Dharmawidjaja mengaku siap menyambut pemudik dan melayani peserta JKN-KIS. Kesiapan untuk memberikan pelayanan selama libur Lebaran sudah dilakukan. Baik tenaga medis maupun sarana dan prasarana kesehatan lainnya.
"Kami bahkan menambahan empat tempat tidur untuk IGD. Jadi total ada 10 tempat tidur nanti di IGD. Selain itu, kami menyiapkan juga 107 tempat tidur untuk pasien rawat inap," kata Isa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan masyarakat:
DPR mempercepat pembahasan RUU Ketenagakerjaan dengan menyerap masukan saat reses agar target pengesahan pada 2026 sesuai putusan MK tercapai.
Penertiban kawasan hutan terus dievaluasi secara berkala melalui koordinasi lintas lembaga untuk memastikan target Perpres Nomor 5 Tahun 2025 tercapai.
DPRD Temanggung menilai pembatasan nikotin dan tar berpotensi mengurangi serapan tembakau lokal serta berdampak pada petani jika diterapkan.
Proyek kereta gantung Prambanan memasuki tahap akhir penyesuaian LP2B. Setelah persetujuan ATR/BPN terbit, proses perizinan akan dilanjutkan.
Mandatori B50 resmi diterapkan nasional. Kebijakan ini ditargetkan memperkuat swasembada energi, menghemat devisa, dan mengurangi impor solar.