Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Tenaga kerja Indonesia. /Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Permintaan kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Gunungkidul meningkat. Hal itu dipicu bertambahnya jumlah angkatan kerja pasca-kelulusan SMA/SMK.
Kepala Disnakertrans Gunungkidul Tommy Harahap mengatakan meski jumlahnya fluktuatif, namun dia tak menampik permintaan kartu kuning atau tanda mencari kerja dinilainya cukup banyak di Gunungkidul.
“Untuk jumlah pemohon memang naik turun setiap bulannya. Tidak dapat dipastikan. Biasanya saat kelulusan siswa SMA atau setingkatnya mengalami kenaikan permohonan kartu kuning itu,” ucapnya Selasa (5/6/2018).
Berdasarkan data yang ia miliki, pada 2017 jumlah pemohon Kartu Kuning mencapai 2.908 orang. Jumlah itu, kata dia, terbanyak berasal dari lulusan SMK, yakni mencapai 969 pemohon. Sedangkan dari jenjang SMA jumlahnya mencapai 459 pemohon.
Menurut Tommy kartu kuning tersebut sering menjadi syarat perusahaan saat melakukan seleksi pegawai. Proses pembuatan kartu kuning sendiri menurutnya cukup mudah dan prosesnya cepat. “Hanya perlu ijazah, KTP, dan foto, kami buat semudah mungkin,” katanya.
Tommy mengatakan tentang sosialisasi syarat atau hal lain terkait kartu kuning sebenarnya juga sudah diberitahukan hingga tingkat desa. Harapannya masyarakat dapat paham dan dapat membantu masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp72.500 per kg, sedangkan telur ayam ras dijual Rp30.300 per kg.