Cuaca Jogja Sabtu Ini: Berawan, Hujan Lokal Bisa Turun Tiba-tiba
Cuaca Jogja Sabtu ini berawan dengan potensi hujan lokal. BMKG ingatkan hujan bisa turun tiba-tiba siang–sore hari.
Ilustrasi./Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA- Kendaraan yang masuk ke dalam maupun ke luar Jogja masih fluktuatif selama musim mudik Lebaran tahun ini. Pada Minggu (10/6/2018) kendaraan yang masuk ke Kota Jogja tidak sepadat sebelumnya. Hanya saja beberapa ruas jalan padat, namun tidak sedikit yang lengang.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, Minggu (10/6/2018) siang beberapa ruas jalan yang biasanya macet tampak lengang. Ini terlihat di Jalan AM Sangaji, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Diponegoro, dan Jalan Mangkubumi.
Beberapa ruas jalan yang padat dengan kendaraan bermotor terlihat di ruas jalan Laksda Adisucipto, Jalan Abu Bakar Ali, Jalan Mataram, Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Panembahan Senopati, dan Jalan Sultan Agung. Umumnya kendaraan menuju pusat wisata dan perbelanjaan.
Kepala Bidang Lalu lintas Dishub Jogja Golkari Made Yulianto menjelaskan ruas jalan yang macet masih terlihat di pusat-pusat perbelanjaan dan wisata. Dishub juga memasang rambu-rambu petunjuk tambahan terutama rambu menuju jalan alternatif.
"Kami lakukan rekayasa lalu lintas dan lampu Apill untuk mengurangi kepadatan. Termasuk memasang pagar pembatas di beberapa ruas jalan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca Jogja Sabtu ini berawan dengan potensi hujan lokal. BMKG ingatkan hujan bisa turun tiba-tiba siang–sore hari.
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.