Jemaah Haji Gunungkidul Tiba di Makkah, Siap Jalani Puncak Ibadah
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi bersama tim saat memantau harga di Pasar Piyungan, Senin (11/6/2018)./ist-Dinas Pedagangan Bantul
Harianjogja.com, BANTUL--Komoditas daging mengalami kenaikan tertinggi jelang perayaan Hari Raya Idulfitri. Diprediksi harga komoditas ini akan terus naik hingga hari H Lebaran dengan harga mencapai Rp140.000-145.000 per kilogram (kg).
Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi mengatakan meski telah memasuki cuti bersama Lebaran, tetapi pihaknya terus memantau harga-harga di pasaran. Pada Senin (11/6/2018) pemantauan difokuskan di Pasar Imogiri dan Piyungan.
Menurut dia, hasil dari pemantauan di kedua pasar, daging sapi menjadi komoditas yang mengalami kenaikan tertinggi sebesar Rp5.000, dari awalnya Rp105.000 menjadi Rp110.000 per kg. “Harga ini berlaku untuk daging dengan kualitas terbaik,” kata Subiyanta kepada wartawan, Senin kemarin.
Dikatakan dia, kenaikan harga daging akan terus terjadi hingga jelang hari H perayaan. Ia berpendapat, kenaikan tersebut bukan karena stok pasokan di pasaran, tetapi disebabkan tingginya permintaan. “Hasil pemantauan dan berdasarkan wawancara dari pedagang, hingga hari H-1, daging sapi kualitas terbaik bisa menembus harga Rp140.000-145.000 per kilogram,” ujar dia.
Meski ada tren kenaikan harga, Subiyanta berharap masyarakat untuk tidak panik. Ini lantaran tren hanya bersifat sementara dan saat Lebaran berlalu harga akan kembali normal. “Hanya sebentar dan puncak kenaikan terjadi di H-1. Setelah itu, harga akan berangsur-angsur turun,” katanya.
Kondisi yang sama juga terjadi pada ayam potong. Diprediksi harga komoditas ini akan menyentuh Rp40.000-45.000 per kilogram. “Untuk saat ini dipasarkan Rp38.000 per kilogram,” ujarnya.
Selain daging sapi, beberapa kebutuhan pokok seperti cabai rawit merah, cabai merah keriting juga naik. Kenaikan dua komoditas ini terjadi karena aksi borong pedagang bakso dan mi ayam untuk persiapan Lebaran. “Untuk komoditas lain seperti beras, gula, minyak, telur relatif stabil,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dinilai bisa menjadi jalan bagi SMK untuk keluar dari ketergantungan anggaran dan mulai membiayai pengembangannya sendiri
Polresta Jogja melengkapi berkas kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha dengan 147 saksi dan 13 tersangka.
Pemkab Gunungkidul meminta dispensasi penggunaan solar untuk bus sekolah akibat kenaikan BBM nonsubsidi yang membebani anggaran operasional.
Debarkasi haji di YIA mulai disiapkan menyambut kepulangan jemaah pada 2 Juni 2026 dengan sistem tanpa asrama pertama di Indonesia.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.