Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Ilustrasi Malioboro./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA- Kepala Pos Pam Operasi Ketupat Lebaran 2018 Titik Nol Km Jogja Ipda Nur Husan mengatakan kondisi arus mudik hingga kini masih terkendali dan tidak ada persoalan yang menonjol. Saat ini arus mudik di Titik Nol mulai menunjukkan peningkatan dibandingkan tiga hari terakhir.
"Peningkatan arus kendaraan antara 15-20 persen. Meski begitu, kondisi lalu lintas tidak sampai menimbulkan kemacetan. Hanya antre panjang saja yang terjadi dalam dua hari terakhir. Rata-rata plat luar," katanya kepada Harianjogja.com di Pos Pam Titik Nol Km Jogja, Senin (11/6/2018).
Dia menjelaskan, Jogja masih menjadi kota transit bagi para pemudik sebelum menuju ke kota tujuan. Kondisi tersebut terlihat dari banyaknya lokasi wisata dan pusat perbelanjaan yang dikunjungi pemudik. Seperti kunjungan ke Malioboro, Taman Pintar dan Kraton. "Makanya kepadatan sampai saat ini belum menimbulkan kemacetan. Kalaupun nanti macet, kami sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup," katanya.
Dia menjelaskan, rekayasa lalu lintas sistem buka tutup yang dimaksud disesuaikan dengan kondisi volume kendaraan. Jika arus kendaraan dari jalan Senopati lebih banyak, maka kendaraan dari Ahmad Dahlan akan dialihkan ke jalan Bhayangkara.
Begitu juga sebaliknya, jika dari Ahmad Dahlan volume kendaraan meningkatkan maka arus kendaraan dari jalan Senopati akan dialihkan ke Brigjend Katamso. "Penutupan itu untuk temporer saja. Agar lalin tidak mengunci. Kalau sudah kembali lancar, arus lalin kembali normal," katanya.
Selain pantauan di Posko, petugas juga melakukan pantauan secara mobile untuk melihat kondisi lalin. Pihaknya memprediksi volume kendaraan bermotor masih akan terjadi hingga H-2 mendatang. Kepolisian sudah menyiapkan antisipasi dan melakukan rekayasa jika kepadatan kendaraan terus meningkat.
Terpisah, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Jogja Golkari Made Yulianto mengatakan rekayasa lalu lintas di Jogja diterapkan berdasarkan situasi di lapangan. Kebijakan itu dilakukan langsung oleh kepolisian. Hanya saja, Dishub juga melakukan rekayasa durasi lampu APILL di wilayah perbatasan untuk mengurangi volume kendaraan yang masuk ke Jogja.
Lampu merah di daerah yang menuju Kota Jogja akan diperlama untuk menekan jumlah kendaraan yang masuk. Sementara lampu hijau yang menuju daerah luar Jogja akan diperlama untuk membuang kendaraan keluar Kota.
“Ini dilakukan agar kendaraan tidak banyak menumpuk di dalam kota," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Unggahan misterius Bella Bonita viral dan memicu spekulasi soal rumah tangganya dengan Denny Caknan. Warganet pun terbelah.
MotoGP Inggris 2026 di Silverstone menjadi ujian penting bagi Marc Marquez dalam perburuan gelar dunia. Fabio Quartararo juga mengincar kebangkitan setelah kega
PSIM Jogja resmi merekrut striker Paraguay Mauro Caballero untuk Super League 2026/27. Ia diharapkan menjadi solusi produktivitas gol Laskar Mataram.
Kasus meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan usai 8 jam menunggu kamar RS viral. Cinta Laura soroti perlakuan terhadap pasien BPJS: martabat tak boleh bergantung pa
Pemkab Sleman mencatat lima jabatan lurah masih kosong. Pengisian akan dilakukan melalui pemilihan lurah antarwaktu sesuai Perbup Nomor 27 Tahun 2026.