Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ilustrasi kampanye atau ceramah./nukltimedia.journalism.berkeley.edu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Sebanyak 741 titik meliputi masjid dan lapangan di 18 kecamatan seluruh Gunungkidul akan menggelar salat Idulfitri pada Jumat (15/6/2018) nanti. Koordinasi pengamanan lintas sektor digelar.
Hal itu diungkapkan Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Gunungkidul, Aidi Johansyah kepada Harianjogja.com, Selasa (12/6/2018). "Kami Koordinasi dengan kepolisian, Kantor Urusan Agama [KUA] dan Penyuluh Agama," ujarnya.
Aidi berharap gelaran salat Idulfitri tahun ini bisa berjalan lancar, khususnya ihwal materi ceramah. Pasalnya pada tahun lalu terjadi penyalahgunaan mimbar dakwah menjadi ajang penyampaian politik praktis. Saat itu penceramah membawa isu panas Pilkada yang diselenggarakan di Jakarta. Hal ini dikhawatirkan memecah belah masyarakat.
“Kami mengimbau kepada semua khotib untuk menyampaikan dakwah yang damai, membawa pesan damai, tidak melakukan ujaran kebencian,” kata Aidi.
Adapun untuk mengantisipasi hal itu Kemenag Gunungkidul meminta tim di lapangan untuk mendeteksi khotib atau mubalig yang dimungkinkan menimbulkan disharmonisasi.
Selain itu pihaknya akan meminta naskah dakwah yang akan disampaikan oleh para penceramah saat shalat Idul Fitri nanti. Jika penceramah melanggar, ada kemungkinan tidak diundang lagi. Hal itu sebagai bentuk sanksi sosial.
Sementara itu dalam pengamanan sholat Idul Fitri, Polres Gunungkidul akan menerjunkan personil pengamanan khusus. Adapun untuk wilayah Wonosari personilnya diambil dari petugas Polres Gunungkidul dan Polsek Wonosari. Untuk di wilayah kecamatan lain yang diterjunkan adalah petugas polsek.
"Kita juga koordinasi dengan masyarakat. Intinya tetap menjaga tahun gelaran Sholat Idul Fitri aman terkendali," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027
Dinkes Kota Jogja memastikan belum ada kasus hantavirus pada 2026 dan mengimbau warga waspada penularan dari tikus
KPK mengembangkan kasus korupsi Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko dan menyelidiki dugaan tindak pidana pencucian uang.
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.