Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Abdi dalem menyelesaikan pembuatan gunungan di Bangsal Magangan, kompleks Keraton Ngayogyakarta, Jogja, Rabu (13/06/2018). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA--Kegiatan wisata di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan ditutup selama dua hari, mulai dari tanggal 15 hingga 16 Juni 2018. Sebab, pada dalam dua hari tersebut, Kraton melaksanakan dua agenda utama, yakni Hajad Dalem Garebeg Sawal dan Ngabekten. Aktivitas wisata akan dibuka kembali pada tanggal 17 Juni.
Hajad Dalem Garebeg Sawal akan dilaksanakan pada Jumat (15/6/2018). Pelaksanaan Garebeg Sawal di tahun Dal tidak ada perbedaan dengan Gerebeg Sawal pada umumnya. Rangkaian upacara akan dimulai pukul 07.30 WIB hingga 11.00 WIB.
Pada Garebeg Sawal, total terdapat tujuh buah gunungan yang terdiri dari tiga buah Gunungan Kakung, satu Gunungan Estri, satu Gunungan Gepak, satu Gunungan Darat dan satu Gunungan Pawuhan.
Ketiga Gunungan Kakung akan diarak dan dibagikan ke tiga tempat berbeda, yakni Kagungan Dalem Masjid Gedhe, Pura Pakualaman, dan Kepatihan. Sedangkan gunungan lain akan dibagikan di Masjid Gedhe.
"Gunungan merupakan simbol rasa syukur dari raja, yang kemudian diwujudkan dengan hasil bumi untuk dibagikan kepada rakyatnya," ujar Penghageng Tepas Tandha Yekti Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Hayu dalam rilis yang diterima pada Kamis (14/6/2018).
GKR Hayu, menambahkan, bersamaan dengan Garebeg Sawal, di dalam Keraton digelar Hajad Dalem Ngabekten, yakni tradisi sungkeman kepada Raja saat Hari Raya Idulfitri. Ngabekten akan dilakukan selama dua hari. Untuk hari pertama diperuntukkan bagi laki-laki, sementara hari kedua bagi perempuan.
Masyarakat luas dan media, ujar GKR Hayu, diharapkan turut menjaga ketertiban dan kelancaran semua acara. Penggunaan drone untuk dokumentasi hanya diperbolehkan di kawasan Alun-Alun Utara, dengan tidak menempatkan drone di atas rombongan pembawa gunungan.
"Tidak diperkenankan menggunakan drone di kawasan inti Keraton, Pagelaran dan Pelataran Masjid Gedhe," jelas GKR Hayu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Mei 2026 lengkap di Alun-Alun Kidul, Sasono Hinggil, dan MPP. Cek lokasi, jam, dan syarat perpanjangan SIM A dan C terbaru.
DPRD DIY ungkap irigasi rusak, petani kesulitan air, hingga alih fungsi lahan yang ancam ketahanan pangan.
Guru honorer Kulonprogo terancam imbas SE Mendikdasmen 2026. Disdikpora siapkan penataan menuju status ASN.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 turun pada 16 Mei 2026. Simak daftar harga lengkap terbaru di Pegadaian dan Logam Mulia.