Strategi Jitu Antar Antonelli Perlebar Jarak di Klasemen F1
Kimi Antonelli finis podium ketiga pada F1 GP Hungaria 2026 meski start dari posisi ketujuh. Hasil ini memperlebar keunggulannya di puncak klasemen Formula 1.
Ilustrasi Pasar Beringharjo pada malam hari./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Penambahan jam operasional Pasar Beringharjo hingga pukul 21.00 WIB ternyata tak bergitu berimbas pada peningkatan pendapatan pedagang. Karena itulah, kebijakan tersebut perlu segera dievaluasi kembali.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Ujun Junaedi mengatakan sejatinya respons para pedagang untuk menggelar dagangan seusai launching program penambahan jam buka itu cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan adanya 914 pedagang atau sekitar 60% dari total semua pedagang Pasar Beringharjo, bersedia berdagang hingga malam hari.
Akan tetapi, kata Ujun, hal tersebut hanya berjalan efektif tak lebih dari sepuluh hari. Setelah sepuluh hari, para pedagang mulai enggan membuka lapak hingga malam hari.
Beberapa hal yang jadi penyebabnya, menurut dia adalah adanya sejumlah keinginan dari pedagang tidak direspons positif oleh pihak Disperindag Kota Jogja. “Inilah membuat pedagang akhirnya enggan meneruskan untuk berdagang sampai malam," katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (20/6/2018).
Beberapa keinginan pedagang di antaranya adalah soal dibukanya semua pintu masuk Pasar Beringharjo. Hal ini menurut dia penting, karena dengan dibukanya 14 pintu Pasar Beringharjo, maka akses pengunjung akan lebih mudah dan berdampak pada pendapatan pedagang.
Namun kenyataannya, hanya ada empat pintu di Pasar Beringharjo yang dibuka sampai malam. Hingga kini tercatat tinggal 5% dari total pedagang di Pasar Beringharjo yang bersedia buka hingga malam.
Ratesih, 51, pedagang yang memiliki dua kios busana gamis bernama Asih Busana di Pasar Beringharjo mengatakan meskipun sempat meraup peningkatan pendapatan saat memutuskan beroperasi sampai malam, namun hal itu tidak bertahan lama.
Sebab, dia akhirnya memutuskan untuk mengikuti langkah sejumlah pedagang lainnya untuk kembali beroperasional sampai pukul 17.00 WIB pada hari biasa. “Buka malam kan juga harus menyediakan karyawan lebih. Padahal susah mencari karyawan yang mau kerja sampai malam. Belum lagi kami harus mengeluarkan anggaran lagi untuk penerangan,” katanya.
Pedagang lainnya, Maryati, 55, mengatakan tak hanya kesulitan dalam mendapatkan tenaga kerja, dia juga harus bekerja ekstra dengan menjaga sendiri kios yang ada. Padahal, penambahan jam operasional Pasar Beringharjo pada hari biasa tidak banyak berpengaruh terhadap peningkatan pendapatannya.
Sebab, di hari biasa, pengunjung yang datang di atas pukul 17.00 WIB relatif sepi. Oleh karena itu, hanya ada beberapa kios yang memilih untuk tidak beroperasional sampai pukul 21.00 WIB.
“Kalau hari biasa, pedagang yang berada di bawah tangga buka sampai malam. Kalau musim liburan Lebaran seperti ini ya cukup banyak yang buka. Karena ramai dan berdampak pada peningkatan pendapatan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kimi Antonelli finis podium ketiga pada F1 GP Hungaria 2026 meski start dari posisi ketujuh. Hasil ini memperlebar keunggulannya di puncak klasemen Formula 1.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.
Veddriq Leonardo optimistis meraih medali emas Asian Games 2026 di Jepang. Persiapan difokuskan pada teknik, fisik, dan mental.