Sinopsis Film Gak Ada Matinya, Ketika Kematian Ayah Justru Dianggap Jalan Keluar
Sinopsis film Gak Ada Matinya, kisah Binsar yang berharap uang asuransi ayahnya menyelamatkan hidupnya, tetapi semuanya berubah.
Ilustrasi Pasar Beringharjo pada malam hari./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Penambahan jam operasional Pasar Beringharjo hingga pukul 21.00 WIB ternyata tak bergitu berimbas pada peningkatan pendapatan pedagang. Karena itulah, kebijakan tersebut perlu segera dievaluasi kembali.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Ujun Junaedi mengatakan sejatinya respons para pedagang untuk menggelar dagangan seusai launching program penambahan jam buka itu cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan adanya 914 pedagang atau sekitar 60% dari total semua pedagang Pasar Beringharjo, bersedia berdagang hingga malam hari.
Akan tetapi, kata Ujun, hal tersebut hanya berjalan efektif tak lebih dari sepuluh hari. Setelah sepuluh hari, para pedagang mulai enggan membuka lapak hingga malam hari.
Beberapa hal yang jadi penyebabnya, menurut dia adalah adanya sejumlah keinginan dari pedagang tidak direspons positif oleh pihak Disperindag Kota Jogja. “Inilah membuat pedagang akhirnya enggan meneruskan untuk berdagang sampai malam," katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (20/6/2018).
Beberapa keinginan pedagang di antaranya adalah soal dibukanya semua pintu masuk Pasar Beringharjo. Hal ini menurut dia penting, karena dengan dibukanya 14 pintu Pasar Beringharjo, maka akses pengunjung akan lebih mudah dan berdampak pada pendapatan pedagang.
Namun kenyataannya, hanya ada empat pintu di Pasar Beringharjo yang dibuka sampai malam. Hingga kini tercatat tinggal 5% dari total pedagang di Pasar Beringharjo yang bersedia buka hingga malam.
Ratesih, 51, pedagang yang memiliki dua kios busana gamis bernama Asih Busana di Pasar Beringharjo mengatakan meskipun sempat meraup peningkatan pendapatan saat memutuskan beroperasi sampai malam, namun hal itu tidak bertahan lama.
Sebab, dia akhirnya memutuskan untuk mengikuti langkah sejumlah pedagang lainnya untuk kembali beroperasional sampai pukul 17.00 WIB pada hari biasa. “Buka malam kan juga harus menyediakan karyawan lebih. Padahal susah mencari karyawan yang mau kerja sampai malam. Belum lagi kami harus mengeluarkan anggaran lagi untuk penerangan,” katanya.
Pedagang lainnya, Maryati, 55, mengatakan tak hanya kesulitan dalam mendapatkan tenaga kerja, dia juga harus bekerja ekstra dengan menjaga sendiri kios yang ada. Padahal, penambahan jam operasional Pasar Beringharjo pada hari biasa tidak banyak berpengaruh terhadap peningkatan pendapatannya.
Sebab, di hari biasa, pengunjung yang datang di atas pukul 17.00 WIB relatif sepi. Oleh karena itu, hanya ada beberapa kios yang memilih untuk tidak beroperasional sampai pukul 21.00 WIB.
“Kalau hari biasa, pedagang yang berada di bawah tangga buka sampai malam. Kalau musim liburan Lebaran seperti ini ya cukup banyak yang buka. Karena ramai dan berdampak pada peningkatan pendapatan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sinopsis film Gak Ada Matinya, kisah Binsar yang berharap uang asuransi ayahnya menyelamatkan hidupnya, tetapi semuanya berubah.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.