Bantul Kembangkan Bawang Merah Organik

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Sabtu, 23 Juni 2018 08:10 WIB
Bantul Kembangkan Bawang Merah Organik

Bupati Bantul Suharsono (dua kanan) saat panen raya bawang merah organik di Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Jumat (22/6/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin

Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul tengah mengembangkan budi daya tanaman bawang merah organik. Upaya tersebut sudah diujicobakan oleh petani di Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul, dan hasilnya cukup menguntungkan.

Terdapat 105 hektare tanaman bawang merah di Dusun Nawungan yang Juni-Juli ini masuk masa panen. Tanaman bawang tersebut dikelola oleh sekitar 120 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Lestari Mulyo.

Ketua Kelompok Tani Lestari Mulyo Juwari mengatakan dari 105 hektare tanaman bawang merah, setiap hektare menghasilkan sekitar 12 ton. Jauh lebih banyak dibanding bawang merah yang dipupuk dengan pupuk kimia yang hasilnya hanya sekitar 8-10 ton per hektare.

Sementara hasil keseluruhan tanaman bawang organik seluas 105 hektare yang dipanen selama dua bulan ini diperkirakan mencapai Rp16,8 miliar. "Modal yang kami keluarkan sejak masa tanam sampai masa panen hanya sekitar Rp4 miliar," ucap Juwari, di sela-sela panen raya bawang merah, Jumat (22/6/2018).

Ia mengatakan petani bawang di dusunnya dari tahun ke tahun terus bertambah. Awalnya petani bawang hanya sekitar 80 hektare. Namun sejak dua tahun terakhir luasan tanaman bawang bertambah menjadi 102 hektare. Hal itu tidak lepas dari adanya bantuan embung di dusun tersebut.

Lahan pertanian di daerah perbukitan Selopamioro kini sudah memiliki sekitar 440 embung untuk menampung air hujan dan dua sumur dalam untuk mengantisipasi jika embung kering. Lahan pertanian di wilayah tersebut kini juga sudah dibuat teras siring agar mampu menampung air hujan.

Para petani kini sudah tidak kekurangan air untuk mengairi lahan. Proses tanam bawang merah di Nawungan dilakukan selama dua kali dalam setahun. Masa tanam kedua dilakukan pada Agustus mendatang. Setelah itu lahan pertanian akan diselingi dengan tanaman padi atau bersamaan dengan musim penghujan nanti.

Meski hasil bawang lumayan menguntungkan, tetapi bibit masih didatangkan dari luar Bantul dengan harga Rp35.000 per kilogram. Sementara harga jual bawang di pasaran saat ini berkisar Rp20.000-Rp25.000 per kilogram. Kelompok tani berencana mengembangka tanaman bawang dari biji atau bukan dari bawangnya langsung seperti yang sudah sering dilakukan petani.

"Kami akan uji coba tanaman bawang dari biji di lahan seluas dua hektare," kata Juwari. Upaya tersebut dilakukan agar lebih memperkecil modal yang keluar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online