38 Jembatan di Gunungkidul Rusak, Pemkab Lakukan Perbaikan Bertahap
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Panorama dari Puncak Becici, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul, DIY./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pariwisata Bantul terus mengembangkan destinasi baru. Pengembangan ini selain untuk menambah objek wisata juga guna memberikan pilihan yang lebih bervariasi kepada wisatawan.
Pelaksana Tugas Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, Pemkab telah menetapkan program untuk pengembangan wisata Bantul menuju pariwisata dunia. Oleh karen itu, pengembangan objek wisata akan terus dilakukan, mulai dari sisi infrastruktur hingga sarana pendukung lain.
“Pengembangan ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung yang datang,” kata Kwintarto di sela-sela kegiatan Pelaksanaan Promosi Wisata dan Sosialisasi Dimas Diajeng Bantul di Balai Desa Kebonagung, Imogiri, Jumat (29/6/2018).
Menurut dia, dengan bertambahnya destinasi wisata maka peningkatan jumlah kunjungan bisa dilakukan. Ini lantaran, dari sisi destinasi memiliki banyak pilihan dan tidak terfokus di satu titik destinasi. “Memang destinasi pantai masih mendominasi, tapi objek-objek yang lain juga akan terus diperhatikan sehingga terjadi pemerataan,” ujarnya.
Kwintarto mencontohkan keberadaan destinasi di Desa Wisata Kebonagung. Di dalam pengembangan dilakukan penanaman pohon turi. Tujuan penanaman untuk memasok bahan baku pembuatan kuliner pecel turi yang menjadi makanan khas di Kebonagung yang sekarang sudah jarang ditemui. Selain itu, ada juga sentra batik motif kembang turi yang dikembangkan oleh masyarakat.
Diharapkan dengan pengembangan ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatwan dan menambah kesejahteraan warga sekitar. “Mudah-mudahan dengan berkembangnya pariwisata, maka masyarakat bisa ikut merasakan dampak positifnya,” ucapnya.
Sementara itu, Kasubag Umum Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Bantul Budi Suryono mengatakan, pengembangan pariwisata tidak hanya memiliki dampak positif. Namun hal yang harus diwaspadai dari pengembangan adalah potensi peredaran narkoba.
Menurut dia, penyalahgunaan ini harus benar-benar diwaspadai karena peredarannya bisa dicegah sejak awal.
Budi menjelaskan, BNNK sudah membuat peta jalur masuk narkoba ke wilayah Bantul. Diharapkan dengan pemetaan ini upaya pencegahan dapat lebih maksimal. “Untuk pencegahan kami tidak hanya ke sekolah-sekolah, tetapi juga menyasar ke instansi pemerintah maupun swasta,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.
Van Gastel soroti laga tanpa penonton di Liga Indonesia, sambil menikmati musim perdana bersama PSIM Jogja.
Perencanaan dana kurban sejak dini membantu meringankan beban finansial dan membuat ibadah Iduladha lebih teratur dan tenang.
PT KAI Daop 4 Semarang tutup 6 perlintasan sebidang tidak dijaga sepanjang 2026. Langkah tegas diambil demi menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.