Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Panorama dari Puncak Becici, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul, DIY./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pariwisata Bantul terus mengembangkan destinasi baru. Pengembangan ini selain untuk menambah objek wisata juga guna memberikan pilihan yang lebih bervariasi kepada wisatawan.
Pelaksana Tugas Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, Pemkab telah menetapkan program untuk pengembangan wisata Bantul menuju pariwisata dunia. Oleh karen itu, pengembangan objek wisata akan terus dilakukan, mulai dari sisi infrastruktur hingga sarana pendukung lain.
“Pengembangan ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung yang datang,” kata Kwintarto di sela-sela kegiatan Pelaksanaan Promosi Wisata dan Sosialisasi Dimas Diajeng Bantul di Balai Desa Kebonagung, Imogiri, Jumat (29/6/2018).
Menurut dia, dengan bertambahnya destinasi wisata maka peningkatan jumlah kunjungan bisa dilakukan. Ini lantaran, dari sisi destinasi memiliki banyak pilihan dan tidak terfokus di satu titik destinasi. “Memang destinasi pantai masih mendominasi, tapi objek-objek yang lain juga akan terus diperhatikan sehingga terjadi pemerataan,” ujarnya.
Kwintarto mencontohkan keberadaan destinasi di Desa Wisata Kebonagung. Di dalam pengembangan dilakukan penanaman pohon turi. Tujuan penanaman untuk memasok bahan baku pembuatan kuliner pecel turi yang menjadi makanan khas di Kebonagung yang sekarang sudah jarang ditemui. Selain itu, ada juga sentra batik motif kembang turi yang dikembangkan oleh masyarakat.
Diharapkan dengan pengembangan ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatwan dan menambah kesejahteraan warga sekitar. “Mudah-mudahan dengan berkembangnya pariwisata, maka masyarakat bisa ikut merasakan dampak positifnya,” ucapnya.
Sementara itu, Kasubag Umum Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Bantul Budi Suryono mengatakan, pengembangan pariwisata tidak hanya memiliki dampak positif. Namun hal yang harus diwaspadai dari pengembangan adalah potensi peredaran narkoba.
Menurut dia, penyalahgunaan ini harus benar-benar diwaspadai karena peredarannya bisa dicegah sejak awal.
Budi menjelaskan, BNNK sudah membuat peta jalur masuk narkoba ke wilayah Bantul. Diharapkan dengan pemetaan ini upaya pencegahan dapat lebih maksimal. “Untuk pencegahan kami tidak hanya ke sekolah-sekolah, tetapi juga menyasar ke instansi pemerintah maupun swasta,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
DPRD Bantul meminta Pemkab memetakan dampak Kelok 23 dan Tol Jogja-Solo-YIA untuk mengantisipasi perubahan arus serta kepadatan lalu lintas.
iPhone Duo mengusung dua kamera belakang 48MP, fitur Smart Take dan Kid Cue, tetapi tidak memiliki sejumlah kemampuan kamera profesional iPhone 18 Pro.
McLaren menyiapkan investasi 500 juta pound sterling untuk memperluas fasilitas di Inggris, mengembangkan mesin mandiri, dan menyiapkan SUV performa pertama.
Indonesia kalah 0-4 dari Rumania di Piala Davis 2026. Tim Merah Putih harus menjalani play-off Grup II Dunia pada 2027.
Kuota internet cepat habis meski HP jarang dipakai? Kenali penyebabnya, mulai dari pembaruan otomatis hingga aplikasi latar belakang, serta cara menghemat data.