Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Ilustrasi pemerintah desa/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul meraih gelar sebagai desa terbaik dalam Lomba Desa tingkat DIY 2018. Desa di pesisir pantai selatan Gunungkidul ini mengalahkan perwakilan desa dari Bantul, Sleman, dan Kulonprogo.
Kepala Desa Kemadang, Sutono mengatakan desanya sukses meraih 5.573 poin dan mengalahkan saingan terdekatnya yakni Desa Gerbosari, Kabupaten Kulonprogo dengan 5.319 poin.
Selain Desa Kemadang yang sukses meraih juara I, desa lainnya yakni Desa Gerbosari (Kulonprogo), Desa Ngestiharjo (Bantul), dan Desa Wukirsari (Sleman) masing-masing sukses meraih peringkat II-IV.
Sutono mengatakan pemberdayaan masyarakat, mental masyarakat yang kuat, majunya pariwisata, administrasi lengkap merupakan dasar penilaian juri. "Alhamdulillah secara keseluruhan kami unggul dalam hal itu," ucap dia, Senin (2/7/2018).
Dia mengungkapkan peran serta masyarakat dengan pemerintah desa menjadi alasan keberhasilan Desa Kemadang menyabet predikat terbaik tersebut. Sebab antusias warga menghadapai lomba desa disebutnya begitu luar biasa. "Gotongroyong dan saling membantu sangat terlihat," katanya.
Disinggung soal persiapan yang dilakukan untuk mencapai prestasi sebagai desa terbaik se-DIY, Sutono mengungkapkan pihaknya tidak memiliki persiapan khusus. Kendati demikian menurutnya masyarakat Kemadang sudah terbiasa dengan tertib administrasi dan peraturan.
Meski telah menyabet desa terbaik, pemerintah Desa Kemadang akan terus berbenah untuk lebih maju. Selain itu peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan masyarakat akan lebih ditingkatkan.
Sebagai catatan, lomba tersebut mengacu pada Permendagri No.81/2015 yang menyinggung soal efektivitas perkembangan desa dan kelurahan. Indikatornya efektivitas itu meliputi kemajuan, kemandirian, keberlanjutan pembangunan, kesejahteraan masyarakat serta daya saing desa dan kelurahan melalui pembangunan Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka NKRI.
Adapun tim penilai dalam Lomba Desa dan Kelurahan Se-DIY ini berasal dari dari unsur perangkat daerah DIY, Tim PKK DIY, instansi lain.
Sementara untuk evaluasi perkembangan desa dan kelurahan dimaksudkan untuk menentukan status tertentu dari capaian hasil perkembangan. Selain itu untuk melihat tahapan dan menentukan keberhasilan perkembangan desa dan kelurahan dalam kurun waktu Januari sampai dengan Desember.
Agar Lomba Desa dan Kelurahan dapat benar-benar dipergunakan sebagai media evaluasi maka untuk dapat mengikuti lomba tersebut, desa dan kelurahan harus mempunyai perdes tentang RPJM Desa dan Rencana Kerja Desa dan Dokumen Perencanaan Kelurahan serta Profil Desa.
"Semoga kegiatan lomba desa terus dipertahankan karena jadi kesempatan evaluasi administrasi desa, kegiatan masyarakat di berbagai bidang, swadaya, gotong royong itu hanya ada di lomba desa," ucap Camat Tanjungsari, Rakhmadian, Senin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.
OpenAI mewajibkan pengguna ChatGPT di Mac memperbarui aplikasi sebelum 12 Juni 2026 usai insiden keamanan siber internal.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.