Sejumlah calon peserta PPDB 2018 sedang mengantri untuk mendaftar sekolah, beberapa dari mereka datang ke sekolah didampingi oleh orang tua mereka, Selasa (3/7/2018). Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjgja.com, KULONPROGO-Sejumlah wali calon siswa peserta Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 memilih mendaftarkan anak-anak mereka secara offline atau mendatangi sekolah pilihan. Karena tidak mengetahui maupun tidak nyaman mendaftarkan anak mereka secara daring atau online, Selasa (3/7/2018).
Salah satu orangtua peserta PPDB di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Wates (SMP N 4 Wates), Samsuri mengungkapkan, ia tidak mengetahui PPDB bisa diikuti secara online. Yaitu cukup dengan cara mendaftar menggunakan komputer dan telepon genggam yang terkoneksi jaringan internet, di mana saja ia berada.
Sehingga, Samsuri memilih mengantarkan langsung anaknya mendaftar ke SMP N 4 Wates. Namun ia menjelaskan, di sekolah, panitia PPDB setempat pada akhirnya memfasilitasi pendaftaran secara daring kepada calon pendaftar.
Sementara itu, di SMP N 1 Wates sejumlah orangtua yang mendampingi anaknya mendaftar ke sekolah itu, terlihat sempat panik dan kebingungan. Pasalnya, data nilai Sertifikat Hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (SHUSBN) tidak keluar di sistem PPDB.
Seorang panitia PPDB SMP N 1 Wates, Sapardi mengungkapkan, akibat terjadi gangguan, sekolah harus menunggu sekitar satu setengah jam. Kemudian, sistem kembali normal dan panitia bisa melakukan verifikasi berkas pendaftaran.
“PPDB di SMP lain juga terganggu. Nilai yang dimasukan ke sistem PPDB juga tidak keluar,” kata dia.
Sementara itu di lokasi berbeda, Ketua Panitia PPDB Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK N) 1 Pengasih, Sukijo menjelaskan, penerapan sistem daring PPDB sesungguhnya bertujuan memudahkan peserta PPDB. Namun ia mengakui, masih banya orangtua atau wali calon siswa belum terbiasa menggunakan sistem itu, sehingga harus datang ke sekolah.
Untuk membantu mereka, maka sekolah tetap memberikan pendampingan dan memfasilitasi komputer terkoneksi internet untuk mendaftar secara daring. Selain itu, sekolah telah menyediakan enam ruang laboratoritum komputer dan enam ruang di masing-masing jurusan untuk digunakan pendaftar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.