Magelang Flower Festival 2026 Dibuka, Ini Agenda Menariknya
Magelang Flower Festival 2026 berlangsung 25 Oktober–1 November dengan pameran tanaman hias, kontes, city tour gratis, dan Magelang Ethno Carnival.
Ilustrasi wisuda mahasiswa. (Reuters/Fabian Bimmer)
Harianjogja.com, BANTUL--Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram) Yogyakarta meluluskan delapan Magister Ilmu Pariwisata bersama dengan 1.008 lulusan yang diwisuda dari program diploma dan sarjana di Kampus Terpadu Stipram, Jalan Ringroad Timur, Banguntapan, Bantul, Kamis (5/7/2018).
Pimpinan kampus ini mendorong pemerintah untuk mengubah pola pikir bahwa ilmu pariwisata penting untuk dipelajari demi mengembangkan kepariwisataan di Indonesia.
Ketua Stipram Suhendroyono menjelaskan pihaknya meluluskan 1.008 intelektual muda bidang pariwisata, terdiri atas 528 orang dari D3 Perhotelan, 471 Sarjana Pariwisata dan delapan orang Magister dari Program Pascasarjana Ilmu Pariwisata. Pada 2018, untuk pertama kalinya Stipram mampu meluluskan S2 Ilmu Pariwisata yang disebut sebagai satu-satunya program pascasarjana pariwisata murni di Indonesia.
"Beberapa kampus memang ada S2 pariwisata, tetapi mereka lebih pada kajian ilmu tidak praktik. S2 Ilmu Pariwisata kami murni pariwisata, ilmunya lebih aplikatif," jelasnya di sela-sela wisuda, Kamis (5/7/2018).
Delapan lulusan S2 tersebut berasal dari kalangan guru SMK, praktisi perhotelan dan pariwisata. Tidak hanya dari DIY tetapi juga beberapa berasal dari luar Jawa. Sayangnya, dari delapan tersebut tidak ada dari kalangan birokrasi pemerintahan.
Namun, Hendro memaklumi karena kalangan pemerintahan di Indonesia tidak terlalu mengutamakan ilmu pariwisata karena adanya image bahwa pariwisata hanya jalan-jalan dan bisa diselesaikan dengan ilmu manajemen secara umum tanpa harus mempelajari ilmu pariwisata melalui jenjang lebih tinggi.
Padahal, ilmu pariwisata murni pada jenjang pascasarjana lebih aplikatif dan sangat bermanfaat untuk pengembangan pariwisata.
Ia mengaku Kementerian Pariwisata sempat memberikan kuota kepada Stipram untuk meluluskan 200 magister pariwisata hingga 2019, tetapi Hendro menyatakan tidak sanggup.
Penyebabnya ilmu pariwisata terutama jenjang lebih tinggi seperti pascasarjana dianggap tidak penting dan tidak harus dipelajari. Pemikiran ilmu pariwisata penting untuk ditekuni di bangku kuliah harus terus dikampanyekan demi mengembangkan pariwisata di Indonesia.
"Kami hanya berani menarget maksimal sekitar 50-an lulusan hingga 2019, karena mengubah pola pikir, lifestyle agar menganggap pariwisata penting dipelajari itu tidak mudah. Penentu kebijakan pariwisata saja sering menganggap pariwisata itu sekadar jalan-jalan, padahal tidak hanya itu," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Magelang Flower Festival 2026 berlangsung 25 Oktober–1 November dengan pameran tanaman hias, kontes, city tour gratis, dan Magelang Ethno Carnival.
Cek jadwal perpanjangan SIM A dan C di Kulonprogo pada 28 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi layanan dan dokumen persyaratan.
Cek jadwal layanan SIM Gunungkidul, Rabu 28 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi pelayanan, syarat perpanjangan, dan ketentuan SIM kedaluwarsa.
BMKG mengingatkan potensi hujan petir, gelombang tinggi hingga 4 meter di selatan Jawa Timur, serta banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Como bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Torino 3-1. Kemenangan ini membawa Como naik ke peringkat keempat klasemen Liga Italia.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja 26 Oktober 2026 di Kantor Kapanewon Godean, Sleman, jam SIM Corner JCM dan Ramai Mall, serta syarat perpanjangan SIM A dan C.