Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 23 Juli 2026
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 23 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Sely Wafiroh (tengah), Gita Dwi Arka (kanan), Shofiana (kiri) menunjukman produk pengawet makanan yang dibuat dari kulit udang, Sabtu (7/7/2018)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, SLEMAN-Limbah kulit udang menjadi produk berharga di tangan sekelompok mahasiswa Prodi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia (UII). Mahasiswa yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan itu berhasil menciptakan pengawet alami dalam bentuk sediaan nanopartikel dari limbah kulit udang.
Mahasiswa tersebut antara lain, Sely Wafiroh, Gita Dwi Arka, Shofiana, Ainun Nurin Najah dari Prodi Farmasi angkatan 2015, dan Dhea Monica dari D3 Analis Kimia 2016. Tim ini mengangkat judul Mbah Kung Spray Nano Emulsion, Produk Pengawet Alami Ramah Lingkungan dari Limbah Kulit Udang. Istilah Mbah Kung ditetapkan sebagai nama produk yang merupakan kependekan dari limbah kulit udang alias Mbah Kung.
Sely Wafiroh menjelaskan, proses pembuatan itu dilakukan dengan mengumpulkan limbah kulit udang sekitar 10 kilogram di kawasan Pantai Depok, Bantul. Limbah itu kemudian dibersihkan dan dikeringkan menggunakan oven selama satu hari.
Untuk menghilangkan protein yang masih tersisa di kulit, limbah tersebut direndam dengan asam klorida. Setelah dipastikan bersih protein, direndam lagi menggunakan natrium hidroksida atau dikenal dengan proses demineralisasi dan ditambahkan etil asetat hingga mendapatkan chitosan.
"Dari hasil literasi kami di berbagai jurnal bahwa di kulit udang mengandung banyak senyawa chitosan [antibakteri]. Prosesnya ada deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi," terangnya, Sabtu (7/7).
Kulit udang yang kering dihaluskan hingga menjadi satu kilogram serbuk kemudian dilarutkan dengan asam asetat. Pembuatan sediaan dilakukan selanjutnya dengan menambahkan polietilon glikol (PEG).
Untuk menghasilkan nano emulsion, sediaan tersebut direaksikan dengan alat ultrasonik. Sehingga ada perubahan warna dari awanya pekat karena adanya PEG, menjadi lebih bening dan tidak ada butiran endapan.
"Sebenarnya yang membuat lama itu formulasinya harus benar-benar tepat, karena ini sediaan, jadi harus jernih. Selain itu stabilitasnya juga sangat diperhatikan," kata dia.
Ia menyatakan, hasil sediaan dikemas dalam bentuk spray dengan cara pemakaian tinggal menyemprotkan pada objek bahan pangan yang akan diawetkan. Seperti buah-buahan, ikan dan lainnya yang cocok digunakan oleh para penjual. Ia memastikan produk tersebut aman dipakai serta lebih hemat, bisa untuk sekali semprot dan dengan cepat meresap karena hasil dari teknologi nano.
Gita Dwi Arka menegaskan, di pasaran sebenarnya sudah ada produk lain berupa chitosan, tetapi hanya berbentuk serbuk kemudian harus dilarutkan dan direndam sendiri. Produknya lebih unggul karena menggunakan teknologi nano, mengingat sebagian besar produk chitosan akan meninggalkan endapan. Namun, produknya Mbah Kung selalu jernih tanpa endapan. Uji stabilitas dengan mendiamkan selama dua hari terbukti Mbah Kung tidak meninggalkan endapan.
"Kalau produk kami ini lebih cepat, karena menggunakan teknologi nano, menyerapnya lebih cepat, lebih efektif. Kalau takaran sebenarnya memang sudah ada," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 23 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Subandi Giyanto tetap melestarikan lukisan kaca dan tatah sungging di Bantul sambil mencetak generasi baru lewat pelatihan gratis.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Sabtu 25 Juli 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Febri Diansyah resmi menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah dan mengungkap pemeriksaan awal dengan sekitar 20-30 pertanyaan dalam kasus TPPU.
Jadwal SIM Keliling Jogja Sabtu 25 Juli 2026 tersedia di Alkid dan Balai Kota. Simak jam layanan, lokasi, dan syarat perpanjangan SIM.
Legenda sepak bola PSS dan PSIM Markus Fajar Listyantara meninggal dunia. Almarhum dikenal sebagai pelopor lemparan ke dalam jarak jauh di Indonesia.