Gunungkidul Targetkan 20 Cagar Budaya Baru, 15 Sudah Dikaji
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
Kerusakan warung makan di Pantai Pulang Sawal akibat gelombang tinggi, Kamis (19/7/2018). /Ist- Dok SAR
Harianjogja.com, BANTUL -- Sedikitnya 40 jaring milik nelayan hilang dan satu warung rusak di Pantai Baru, Desa Poncosari, Srandakan, akibat terjangan gelombang setinggi empat meter. Akibat kejadian ini ditaksir kerugian mencapai belasan juta rupiah.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah IV DIY Nugroho mengatakan sejak Rabu (18/7/2018) malam hingga Kamis (19/7/2018) siang, di Pantai Baru tercatat kenaikan gelombang terjadi tiga kali. Kenaikan pertama terjadi pada pukul 23.00 WIB, 08.00 WIB dan 11.00 WIB.
Menurut dia, meski ada kenaikan tinggi gelombang dampaknya bisa dikurangi. Ia tidak menampik dalam kejadian ini terdapat 40 set jaring nelayan hilang diterjang gelombang. Namun secara umum, keadaan masih bisa dikendalikan.
“Kerugian hilangnya 40 set jaring bisa mencapai belasan juta rupiah. Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa dan kerusakan juga sangat minim,” katanya, Kamis kemarin.
Nugroho menjelaskan minimnya kerusakan tidak lepas dari kesiapsiagaan warga di sekitar pantai. Jauh-jauh hari sebelum kenaikan gelombang, SAR sudah memberikan peringatan terkait potensi tersebut. “Kami bersyukur nelayan dan para pedagang sudah tanggap sehingga mengamankan aset yang dimiliki masing-masing,” kata dia.
Salah seorang nelayan di Pantai Baru, Tatang mengakui sejak jauh-jauh hari sebelum terjadi kenaikan gelombang sudah menaikkan kapal ke tempat yang aman. “Jadi kapal sudah di tempat yang aman dan dampak gelombang tinggi tidak begitu terasa,” katanya.
Tatang menuturkan peristiwa terjadinya gelombang tinggi merupakan siklus yang terus terjadi setiap tahun, khususnya memasuki Juni sampai Oktober. “Sudah biasa dan sering terjadi. Yang terpenting dampak dari kenaikan gelombang bisa ditekan,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto menambahkan berdasarkan laporan yang diterima di Pantai Baru terdapat satu warung berukuran 2x2 meter rusak akibat terjangan gelombang tinggi. Namun demikian, kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
“Meski kerusakan terhitung minim, tetapi warga diminta tetap waspada karena potensi terjadi gelombang tinggi masih mungkin terjadi,” kata Dwi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.
Musim hujan diperkirakan mundur akibat El Nino. Pakar UGM meminta petani menyesuaikan kalender tanam dan memperkuat diversifikasi pangan.
Wellnesia mengembangkan wellness tourism di Jogja dengan memadukan aktivitas kesehatan, budaya Jawa, komunitas, dan kepedulian terhadap alam.
Kasus tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dilimpahkan ke Mabes Polri. Sebanyak 69 orang masih dalam pencarian hingga 28 September 2026.
Taj Yasin mencari terobosan pembiayaan hijau bagi IKM Jateng karena biaya awal teknologi ramah lingkungan masih mahal.