Ribuan DPS di Gunungkidul Bermasalah, Petugas Tak Mau Coret Data Orang Meninggal
Pencermatan data pemilih. /Solopos-Burhan Aris Nugraha
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL —Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Gunungkidul, menemukan sejumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilu 2019 mendatang yang bermasalah.
Ketua Panwaslu Gunungkidul, Antok mengatakan masih ada ribuan data masyarakat yang bermasalah. “Dari data yang kami temukan sebanyak 3.127 bermasalah, semua sudah ditindaklanjuti oleh KPU Gunungkidul, maupun Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada waktu pleno di tingkat desa dan kecamatan,” kata Antok, Jumat (20/7).
Menurut Antok untuk hal tersebut sudah tertangani. Hanya saja di satu Kecamatan yaitu Rongkop, PPK maupun PPS tidak mau mencoret data yang meninggal dengan alasan tidak ada akta kematian.
“Kalau data meninggal seharusnya bisa langsung dicoret. KPU gunungkidul juga memperbolehkan itu, yang tidak mau itu PPS dan PPKnya. Nanti kami bawa ke pleno tingkat kabupaten, Minggu (22/7/2018),” ujarnya.
Antok mengaku heran, lantaran di Kecamatan lain data orang yang meninggal dapat langsung dicoret. Ia mengatakan untuk data yang meninggal di Rongkop tersebut ada 47 orang. Pihaknya mengkhawatirkan data tersebut dapat disalahgunakan.
“Sudah kami komunikasikan terus tetapi karena tidak mau mencoret ya sudah kami bawa ke pleno besok. Terpenting jangan sampai ada penyalahgunaan suara itu,” kata Antok.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share