Arah Baru Pembangunan Magelang Mulai Disusun dari Pendopo
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
Valerianus B. Jehanu (tengah) dan Bima Sakti (kiri) dari Yayasan Satunama saat berkunjung ke Harian Jogja, Selasa (24/7/2018). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA- Festival Kearifan Lokal akan menampilkan keberagaman agama leluhur atau penghayat kepercayaan dari sejumlah daerah di Indonesia.
Hal itu diungkapkan Valerianus B. Jehanu, Unit Kebebasan Beragama, Berkeyakinan dan Inklusi Sosial (KBBIS) Yayasan Satunama, saat berkunjung ke Harian Jogja, Selasa (24/7/2018). Yayasan Satunama memelopori kegiatan yang akan digelar di Salamrejo, Sentolo Kulonprogo pada 25-31 Juli 2018 tersebut.
Valerianus menyebutkan sejumlah penghayat kepercayaan yang akan hadir yakni Marapu dari Sumba, Parmalim dari Batak, Ugamo Bangsa Batak dari Batak, dan Sapto Darma. Di Salamrejo sendiri ada penghayat Majlis Eklasing Budi Murko yang diikuti sejumlah umat.
"Kami berharap selain menjadi momentum bagi penghayat kepercayaan, kegiatan ini juga menjadi ajang cross learning dan bagian dari kampanye inklusi," katanya dalam keterangannya.
Konsep kegiatan ini adalah sarasehan dengan metode curah gagasan dan dialog. Sejumlah narasumber dihadirkan, mereka terdiri para tokoh agama (rohaniawan), budayawan dan tokoh penghayat. Kegiatan diskusi digelar dengan peserta penghayat kepercayaan.
"Namun, masyarakat yang memiliki ketertarikan untuk studi tentang penghayat kepercayaan bisa ikut hadir," tambahnya.
Sepanjang festival ini juga akan ditampilkan bazaar dan pameran produk lokal hasil karya para penghayat. Guna memeriahkan suasana, akan ditampilkan kesenian lokal seperti oglek, karawitan, jathilan, ketoprak hingga band.
Puncak acara yakni kirab budaya pada Selasa (31/7/2018) yang akan bersamaan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Desa Salamrejo. Valerianus menyebutkan sedikitnya 40 orang dari penghayat kepercayaan berbagai daerah di Indonesia akan hadir dan melaksanakan live in di Salamrejo. Mereka akan tinggal di rumah warga.
Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono mengungkapkan Harian Jogja tinggi keberagaman dan mendorong toleransi. "Kami tidak hanya menampilkan berita kejadian tetapi juga menyuarakan toleransi agar tidak mudah terprovokasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
Badan Geologi meminta warga waspada setelah gempa NTT M7,7. Masyarakat diminta mengecek bangunan dan menjauhi tebing rawan longsor
Gempa M7,7 NTT mengganggu 200 BTS di 10 kabupaten dan kota. Kemkomdigi memantau pemulihan jaringan bersama operator seluler
Menghadirkan nuansa eklektik resort yang hijau dan rindang di tengah hiruk-pikuk kota, Gets Premiere Yogyakarta resmi melakukan soft opening pada Sabtu (15/8)
BNPB mencatat 14 orang meninggal akibat gempa M7,7 NTT. Sebanyak 2.000 warga mengungsi dan puluhan rumah mengalami kerusakan.
Kawah Sikidang dipadati wisatawan saat libur HUT RI. Kunjungan ke Dieng meningkat hingga 10.000 orang per hari saat akhir pekan.