GELOMBANG TINGGI: Setelah Banjir dan Bangunan Rusak, Giliran Masalah Ini yang Harus Dihadapi

Herlambang Jati Kusumo
Herlambang Jati Kusumo Kamis, 26 Juli 2018 16:20 WIB
GELOMBANG TINGGI: Setelah Banjir dan Bangunan Rusak, Giliran Masalah Ini yang Harus Dihadapi

Ilustrasi sampah. /Harian Jogja- Uli Febriarni

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pascagelombang tinggi, volume sampah di kawasan pantai selatan mengalami kenaikan drastis. Tak pelak hal ini membuat petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul pun kewalahan.

Kepala DLH Gunungkidul Agus Priyanto mengatakan menerjunkan personel tambahan untuk mengatasi sampah, baik yang terbawa dari gelombang tinggi maupun sampah dampak bangunan yang rusak. "Semakin meningkat volume sampah pastinya, tapi belum bisa saya pastikan berapa. Personel yang biasanya di pantai 14 orang, sekarang kami tambah jadi 50-an. Tentunya juga dibantu dari SAR, kelompok sadar wisata (pokdarwis), masyarakat sekitar dan berbagai unsur lainnya," kata Agus, Kamis (26/7/2018).

Dia mengatakan daerah yang cukup parah terdampak gelombang tinggi dan peningkatan volume sampah yaitu di Pantai Drini, Pantai Sepanjang, Pantai Indrayanti. Terkait dengan progres Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kawasan pantai di Desa Banjarejo, Tanjungsari, Gunungkidul, Agus mengatakan TPA tersebut tidak hanya difungsikan menampung sampah di kawasan Pantai Selatan. "Program strategis pembangunan TPA tersebut, tidak sebatas untuk mengatasi sampah di kawasan pantai. Namun juga merespons pembangunan jalur jalan lingkar selatan (JJLS), dan New Yogyakarta International Airport (NYIA)," kata dia.

Selain itu pertumbuhan manusia semakin pesat berbagai aktivitas bertambah yang mendorong peningkatan volume sampah itu. Pembangunan TPA ini juga sudah mempertimbangkan berbagai hal, mulai dari sisi lokasi yang jauh dari permukiman, tidak merubah bentang alam. "Dengan pembangunan tersebut juga menyerap tenaga kerja," ujarnya.

Terkait dengan gelombang di kawasan pantai selatan, Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul, Marjono mengatakan saat ini gelombang mulai landai, begitupun dengan kondisi angin sudah tidak terlalu kencang. "Terkait dampak kemarin, seluruh elemen sudah bergotong royong membersihkan. Secepat mungkin kami tangani, agar kembali nyaman untuk wisatawan," katanya.

Meski terbilang lebih landai, Marjono tetap mengimbau kepada masyarakat sekitar maupun wisatawan untuk selalu berhati-hati. Jika memang ingin berwisata ke pantai lebih baik tidak terlalu mendekat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online