Derby PSS VS PSIM, Bupati Bantul Minta Izin Pertandingan Dievaluasi

David Kurniawan
David Kurniawan Jum'at, 27 Juli 2018 21:35 WIB
Derby PSS VS PSIM, Bupati Bantul Minta Izin Pertandingan Dievaluasi

Teman-teman almarhum Muhammad Iqbal Setyawan melakukan salat jenazah untuk almarhum di rumah duka RT 04 Dusun Balongan, Timbulharjo, Sewon Bantul, Jumat (27/7/2018). /Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi

Harianjogja.com, BANTUL--Bupati Bantul Suharsono mengaku prihatin dengan kerusuhan di Stadion Sultan Agung yang sampai merengut korban jiwa. Ia berjanji akan mengevaluasi izin penyelenggaraan pertandingan.

Dia mengakui siap berkomunikasi dengan kepolisian yang memiliki kewenangan mengeluarkan izin. Menurut Suharsono, meski stadion milik Pemkab, namun hanya bisa menyewakan untuk pertandingan. "Pemberian izin ada di ranah polisi," kata Suharsono, Jumat (27/7/2018).

Dia akan bertemu dengan Polres untuk membahas masalah izin pertandingan. "Yang jelas pemberian izin pertandingan harus dievaluasi," ungkapnya.

Suharsono tidak ingin lagi kecolongan. Oleh karena itu, izin harus diberikan secara selektif. "Izin tetap bisa diberikan untuk pertandingan, tetapi harus selektif dan tidak sembarangan. Misal klub dengan pendukung rusuh atau jadi musuh bebuyutan tidak boleh main dengan alasan keamanan," katanya.

Kerusuhan di area Stadion Sultan Agung bukan yang pertama. Beberapa bulan lalu sempat terjadi bentrok antara pendukung Persija dengan Persebaya yang mengakibatkan belasan suporter luka-luka hingga kerusakan di fasilitas milik Stadion Sultan Agung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online