Derby PSIM VS PSS, Disdikpora Minta Sekolah Keluarkan Siswa Yang Terlibat Kerusuhan

Sunartono
Sunartono Jum'at, 27 Juli 2018 21:49 WIB
Derby PSIM VS PSS, Disdikpora Minta Sekolah Keluarkan Siswa Yang Terlibat Kerusuhan

Anggota Karang Taruna Dusun Balong, Timbulharjo, Sewon siap mengantar almarhum M Iqbal Setyawan ke Makam Balongan, Jumat (27/7/2018)./Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi

Harianjogja.com, JOGJA--Disdikpora DIY meminta kepada sekolah untuk memberikan perhatian khusus terhadap siswa yang tidak masuk secara kelas karena alasan melihat pertandingan PSIM melawan PSS Sleman, Kamis (26/7/208). Pelajar yang terlibat kerusuhan akan langsung dikeluarkan dari sekolah.

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji sudah meminta kepala sekolah dan Balai Dikmen di masing-masing kabupaten/kota untuk mendata siswa yang membolos pada Kamis (26/7/2018) untuk melihat laga derby PSIM VS PSS.

Disdikpora meminta sekolah memberikan sanksi tegas kepada siswa yang membolos. Para siswa tersebut harus diberi poin pelanggaran yang akan terus terakumulasi dengan pelanggaran berikutnya.

"Kemarin dia tidak masuk bisa saja poinnya jadi minus sepulu [-10], tetapi jika tiba-tiba kami mendapatkan informasi dia terlibat onar atau menjadi dalang onar, bisa saja hari ini kami keluarkan dari sekolah," ujarnya.

Aji menegaskan ia tidak main-main terkait persoalan ini. Jika ada pelajar terlibat dalam kerusuhan langsung akan dikeluarkan dari sekolah. Ancaman itu diberikan bukan sekadar menakut-nakuti siswa.  

Saat ini Disdikpora masih menunggu laporan dari kepolisian terkait keterlibatan pelajar dalam bentrok suporter Kamis kemarin. "Buat apa sekolah mempertahankan satu anak yang selalu membuat masalah, kami sudah sampaikan itu ke kepala sekolah," kata Aji.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online