Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Beras Sleman dipasarkan di Gelar Potensi Pertanian yang diadakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Penyuluh Pertanian Pangan dan Perikanan (BP4) Godean, Selasa (7/8/2018).Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN—Beras Sleman yang diproduksi oleh petani di Sleman akan masuk menyuplai kebutuhan aparatur sipil negeri (ASN) dan toko berjejaring. Saat ini ketersediaan beras bagi ASN dan toko berjejaring baru 50% disuplai oleh Beras Sleman.
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Pertanian (DP3) Sleman, Heru Saptono, mengatakan saat ini pihaknya sedang menyiapkan MoU dengan pihak toko berjejaring dan juga menyiapkan kesepakatan penyediaan beras Sleman bagi ASN. "Tahapnya masih menunggu MoU dengan toko berjejaring, untuk ASN kesepakatan ditandatangani Bupati Sleman saat peringatan Hari Pangan," katanya, Selasa (7/8/2018).
Heru mengatakan selagi menunggu MoU, jajarannya memperkuat kelembagaan di gapoktan yang diandalkan dalam menyuplai beras agar menghasilkan kualitas beras yang bagus. Tiga wilayah di Sleman barat, tengah, dan timur disiapkan untuk menyokong kebutuhan beras bagi ASN dan toko berjejaring. Tiga kecamatan di tiga wilayah penyokong yaitu Kecamatan Godean, Ngaglik, dan Prambanan.
Pasokan Beras Sleman bagi ASN dan toko berjejaring bertujuan menjadikan beras produksi petani di Sleman lebih bisa dipasarkan. Menurut Heru, Sleman sebagai lumbung beras DIY harus bisa menunjukan kualitas beras aslinya.
Menurut Heru, ada kendala ketika terjadi kelangkaan beras di Sleman yaitu karena gabah di Sleman dibeli oleh pedagang dari daerah lain, diolah dan dicampur dengan beras lain. Hal tersebut dianggap membuat kualitas produk beras Sleman menurun.
Ketua Gapoktan Desa Sidomulyo, Kecamatan Godean, Jumeni, mengatakan saat ini ketersediaan produk beras di toko berjejaring disuplai 50% oleh produk beras lokal Sleman dan 50% produk lainnya. Ia berharap dengan adanya kesepakatan penyediaan beras bagi ASN dan toko berjejaring membuat harga tetap terjaga dan ada kepastian keterjualan beras.
Sebelumnya petani di Sleman menjual beras dan sampai ke konsumen dengan mata rantai yang panjang. "Dari petani bisa ke pengijon, kemudian ke tengkulak, dan konsumen. Kalau ada kesepakatan penyediaan bagi ASN dan toko berjejaring bisa langsung dari petani ke gapoktan dan langsung ke konsumen," ujar Jumeni, Selasa.
Menurutnya, sebanyak 19 gapoktan yang menyuplai kebutuhan beras sudah menyiapkan stok. Di Gapoktan Desa Sidomulyo, rata-rata produksi beras per bulan sebanyak 100 ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Photo Art Experience menghadirkan 168 karya dari 45 pameris dalam tujuh ruang instalasi seni di Jogja City Mall hingga 31 Desember 2026.
Calon penerima bansos 2027 perlu memiliki IKD aktif untuk daftar mandiri melalui Perlinsos Digital. Simak syarat dan cara aktivasi IKD.
Simak cara cek tilang ETLE secara online, konfirmasi pelanggaran, mengajukan sanggahan, hingga membayar denda melalui BRIVA.
Satlantas Polresta Sleman memberikan 690 teguran selama enam hari Operasi Patuh Progo 2026. Tercatat 61 kecelakaan lalu lintas.
Sebanyak 150 santri Kulon Progo mengikuti 22 cabang lomba FASI XIII DIY. Badko TKA-TPA menargetkan gelar juara umum.