Sultan Imbau Petani Gunakan Pupuk Organik

Irwan A Syambudi
Irwan A Syambudi Senin, 06 Agustus 2018 19:37 WIB
Sultan Imbau Petani Gunakan Pupuk Organik

Sri Sultan Hamengku Buwono X./Harian Jogja-Desi SUryanto

Harianjogja.com, SLEMAN--Masih banyaknya petani, terutama petani sayur yang menggunakan pupuk kimia menjadi perhatian tersendiri. Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengimbau kepada para petani agar mulai menggunakan pupuk organik.

Gubernur DIY, saat meninjau kebun percontohan Yayasan Bakti Jogja di Desa Harjobinangun, Pakem, Minggu (5/8/2018) berpesan agar para petani mulai mengurangi penggunaan pupuk kimia. Dalam sambutannya Sultan mengimbau kepada petani untuk mulai menggunakan pupuk organik.

Selain itu, ia juga berharap agar suplai sayuran dari luar DIY tidak menggunakan pupuk kimia dan dapat memenuhi syarat–syarat yang sudah ditentukan.

“Kelompok- kelompok petani baik di Jogja maupun di luar, sayur yang dari Temanggung, Wonosobo kita data untuk tidak menggukan pupuk kimia,” kata dia.

Sultan juga menekankan pentingnya penggunaan bibit unggul oleh petani guna peningkatan hasil produksi dan memaksimalkan penggunaan lahan yang ada. Dia mencontohkan seperti tomat dan cabai hasilnya akan maksimal jika menggunakan bibit unggul.

Sementara itu Bupati Sleman, Sri Purnomo sangat mendukung dengan adanya pembangunan kebun percontohan dan pelatihan yang bertempat di Kecamatan Pakem tersebut. \'Saya berharap keberadaan kebun tersebut dapat berkontribusi dalam kesejahteraan masyarakat," kata dia.

Kebun percontohan itu merupakan milik Yasayan Bakti Jogja, yang dipergunakan untuk pendidikan. Dalam acara peringatan hari berdirinya Yayasan Bakti ke-27, sejumlah pejabat turut hadir dan meninjau kebun percontohan tersebut.

Tidak terkecuali, Gubernur DIY, dan Bupati Sleman, berkesempatan meninjau langsung kebun percontohan yang sudah ditanami buah naga, pisang cavendis, pepaya california, dan kelengkeng bangkol itu.

Ketua penyelenggara peringatan, Joko Sidik Pramono, mengatakan, sejak dua tahun terakhir, Yayasan Bakti Jogja mulai mendirikan dan mengembangkan kebun pendidikan, sekaligus kebun percontohan di kawasan Pakem.

"Kebun yang di bangun seluas 1,6 hektare tersebut dibangun sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah sekitar, yang mayoritas adalah petani," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online