Sungai Dunia Kehilangan Oksigen, Ekosistem Air Tawar Terancam
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.
Kepala Dinsos DIY Untung Sukaryadi (berdasi) saat melepas 15 personel Tagana DIY ke Lombok, Rabu (15/8/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Sebanyak 15 personel Tagana DIY dikirim untuk aksi kemanusiaan bagi korban gempa bumi di NTB, Rabu (16/8/2018). Selain personel, bantuan logistik senilai Rp484,3 juta turut disertakan.
Koordinator Lapangan Tim Aksi Kemanusiaan untuk Korban Gempa Bumi NTB Donny Kristanto mengatakan seluruh personel yang diberangkatkan memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk membantu korban bencana di Lombok. Dari 15 personel yang diberangkatkan terdapat tiga personel berasal dari Difagana (Difabel Siaga Bencana) DIY.
"Difagana nanti akan melakukan pendampingan untuk psiko sosial. Sebabnya, banyak korban yang luka juga kehilangan organ tubuhnya. Mereka akan mendapat konselor dari Difagana," katanya sebelum pelepasan di Kantor Dinsos DIY.
Ketua Bidang Perencanaan Tagana DIY ini mengatakan seluruh personel dan bantuan yang didistribusikan akan dipusatkan di Desa Guntur Macan Gunungsari Lombok Barat. Rombongan dijadwalkan tiba pada Jumat (17/8/2018) pagi. Kelimabelas personel Tagana itu akan bertugas hingga 25 Agustus mendatang. "Jadwalnya tentatif. Bisa saja ada perpanjangan, semua menyesuaikan dengan kebutuhan," katanya.
Kepala Dinsos DIY Untung Sukaryadi mengatakan keterlibatan personel Difagana pada aksi kemanusiaan ini bertujuan untuk memotivasi korban yang terluka dan kehilangan anggota tubuhnya. Pengalaman bencana baik saat menghadapi Gempa Bumo 2006 dan erupsi Gunung Merapi 2010 akan ditularkan di NTB.
Untung menambahkan, keberadaan Tagana DIY sudah diakui banyak pihak. Selain bekerja bagus, kepedulian Tagana DIY dinilai tinggi. "Ketika bencana biasanya muncul kepanikan. Yang dikerjakan irrasional, tidak terkontrol. Korban bahkan tidak mengerti apa yang harus dilakukan. Nah tim ini akan membangun mentalitas untuk melakukan pendampingan," katanya.
Selain dilengkapi dengan keterampilan memadai, para personel juga sudah dibekali dengan aspek sosial dan budaya masyarakat di lokasi bencana. Hal itu diberikan agar personel bisa beradaptasi dengan baik saat memberikan bantuan. "Jangan kaget jika warga hanya mau dilayani, terlihat malas dibantu. Itu tidak menutup kemungkinan terjadi. mungkin karena harta bendanya habis karena faktor lain. Jadi perlu dimaklumi," pesannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.