38 Jembatan di Gunungkidul Mulai Rusak, Perbaikan Dikebut
DPUPRKP Gunungkidul mencatat 38 jembatan mengalami kerusakan ringan hingga sedang dan menjalani perawatan berkala.
Peserta ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) mnengerjakan soal menggunakan metode computer Assisted Test (CAT) di Graha Soloraya kantor Bakorwil II Gladak, Solo, Kamis (16/10). /Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, BANTUL – Kepastian waktu rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) belum ada kejelasan hingga sekarang. Namun demikian, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul sudah mendapatkan aduan terkait dengan upaya penipuan yang berkedok rekrutmen CPNS.
Kepala BKPP Bantul Danu Suswaryanta mengatakan, pihaknya sudah menerima aduan terkait modus penipuan dengan modus rekrutmen CPNS. Meski tidak menyebut jumlah aduan yang masuk, Danu mengakui hal tersebut harus menjadi perhatian masyarakat sehingga tidak menjadi korban oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
“Harus berhati-hati karena praktik penipuan berkedok CPNS sangat mungkin terjadi,” katanya kepada wartawan, Rabu (15/8/2018).
Menurut Danu, modus penipuan dilakukan dengan memberikan iming-iming kepada sesorang untuk mempermudah menjadi PNS. Namun sebagai imbalannya, calon yang bersangkutan dimintai uang sebagai pengganti jasa.
“Jangan mudah percaya karena proses rekrutmen langsung diurusi oleh Pusat. Jadi kalau ada yang memberikan janji bisa membantu maka masuk modus penipuan,” ungkapnya.
Lebih jauh dikatakannya, hingga sekarang BPKPP masih menunggu informasi resmi dari Kemenpan RB terkait dengan waktu rekrutmen. Menurut dia, hasil koordinasi yang dilakukan beberapa minggu lalu, tim dari Kemenpan RB sedang melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk memastikan kebutuhan anggaran untuk pembayaran gaji pegawai baru sehingga kebijakannya bisa sesuai dengan anggaran yang dimiliki di masing-masing daerah.
“Kita tunggu saja. Nanti kalau ada informasi, pasti akan kami sampaikan secara terbuka,” tambahnya.
Untuk rekrutmen, Danu mengaku sudah mengajukan 2.643 formasi. Jumlah ini disesuaikan dengan kekurangan pegawai di lingkup Pemkab Bantul. Meski telah mengajukan, ia mengaku tidak yakin seluruh pengajuan dapat disetujui.
“Berapapun akan kami terima. Yang jelas, sudah ada kata kunci dari Pusat jika formasi yang diberikan disesuaikan dengan jumlah PNS yang pensiun setiap tahun. Jadi kalau melihat ini, kemungkinan formasi yang diberikan hanya dikisaran 450an pegawai baru,” tuturnya.
Salah seorang warga Bantul, Andi Prasetyo mengakui sudah banyak mendengar kabar tentang rencana pembukaan CPNS di tahun ini. Namun demikian, higga sekarang kejelasan terkait dengan rekrutmen tersebut belum ada kepastian.
Dia pun berharap kepada pemerintah untuk segera memberikan kepastian sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya terkait dengan rekrutmen tersebut. “Memang yang beredar baru dari berita di internet, tapi alangkah baiknya segara ada kepastian sehingga masyarakat tahu dan tidak menjadi korban penipuan berkedok rekrtumen CPNS,” kata Andi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPRKP Gunungkidul mencatat 38 jembatan mengalami kerusakan ringan hingga sedang dan menjalani perawatan berkala.
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu.
Prabowo menyebut Program MBG dapat memutar uang hingga Rp10,8 miliar per desa setiap tahun untuk menggerakkan ekonomi rakyat.