Pelajar Gunungkidul Diajak Jaga Budi Pekerti dan Budaya Damai
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Peserta ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) mnengerjakan soal menggunakan metode computer Assisted Test (CAT) di Graha Soloraya kantor Bakorwil II Gladak, Solo, Kamis (16/10). /Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, BANTUL – Kepastian waktu rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) belum ada kejelasan hingga sekarang. Namun demikian, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul sudah mendapatkan aduan terkait dengan upaya penipuan yang berkedok rekrutmen CPNS.
Kepala BKPP Bantul Danu Suswaryanta mengatakan, pihaknya sudah menerima aduan terkait modus penipuan dengan modus rekrutmen CPNS. Meski tidak menyebut jumlah aduan yang masuk, Danu mengakui hal tersebut harus menjadi perhatian masyarakat sehingga tidak menjadi korban oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
“Harus berhati-hati karena praktik penipuan berkedok CPNS sangat mungkin terjadi,” katanya kepada wartawan, Rabu (15/8/2018).
Menurut Danu, modus penipuan dilakukan dengan memberikan iming-iming kepada sesorang untuk mempermudah menjadi PNS. Namun sebagai imbalannya, calon yang bersangkutan dimintai uang sebagai pengganti jasa.
“Jangan mudah percaya karena proses rekrutmen langsung diurusi oleh Pusat. Jadi kalau ada yang memberikan janji bisa membantu maka masuk modus penipuan,” ungkapnya.
Lebih jauh dikatakannya, hingga sekarang BPKPP masih menunggu informasi resmi dari Kemenpan RB terkait dengan waktu rekrutmen. Menurut dia, hasil koordinasi yang dilakukan beberapa minggu lalu, tim dari Kemenpan RB sedang melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk memastikan kebutuhan anggaran untuk pembayaran gaji pegawai baru sehingga kebijakannya bisa sesuai dengan anggaran yang dimiliki di masing-masing daerah.
“Kita tunggu saja. Nanti kalau ada informasi, pasti akan kami sampaikan secara terbuka,” tambahnya.
Untuk rekrutmen, Danu mengaku sudah mengajukan 2.643 formasi. Jumlah ini disesuaikan dengan kekurangan pegawai di lingkup Pemkab Bantul. Meski telah mengajukan, ia mengaku tidak yakin seluruh pengajuan dapat disetujui.
“Berapapun akan kami terima. Yang jelas, sudah ada kata kunci dari Pusat jika formasi yang diberikan disesuaikan dengan jumlah PNS yang pensiun setiap tahun. Jadi kalau melihat ini, kemungkinan formasi yang diberikan hanya dikisaran 450an pegawai baru,” tuturnya.
Salah seorang warga Bantul, Andi Prasetyo mengakui sudah banyak mendengar kabar tentang rencana pembukaan CPNS di tahun ini. Namun demikian, higga sekarang kejelasan terkait dengan rekrutmen tersebut belum ada kepastian.
Dia pun berharap kepada pemerintah untuk segera memberikan kepastian sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya terkait dengan rekrutmen tersebut. “Memang yang beredar baru dari berita di internet, tapi alangkah baiknya segara ada kepastian sehingga masyarakat tahu dan tidak menjadi korban penipuan berkedok rekrtumen CPNS,” kata Andi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Jepang resmi mengubah sistem tax free mulai 1 November 2026. Wisatawan asing wajib membayar pajak saat belanja dan mengajukan refund saat meninggalkan Jepang.
Film The Odyssey karya Christopher Nolan menembus 1,06 juta penonton di Indonesia hanya dalam sepekan. Film epik mitologi Yunani ini masih memimpin box office n
Kebakaran lahan melanda dua kalurahan di Imogiri, Bantul. Delapan titik api menghanguskan sekitar delapan hektare lahan perbukitan dan memicu operasi pemadaman
Kaspersky mengingatkan pentingnya melakukan putus digital setelah hubungan berakhir. Simak langkah-langkah melindungi akun, data pribadi, dan privasi dari akses
Timnas Indonesia vs Kamboja: Kemenangan bawa Garuda naik ke peringkat 117 FIFA dan jaga asa lolos semifinal Piala AFF 2026.