Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Suasana Pantai Baron, Tanjungsari, Selasa (15/5/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pengembangan wisata malam di Gunungkidul bisa berdampak pada lama tinggal wisatawan. Peran serta pengelola wisata perlu ditingkatkan.
Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan saat ini wisata malam yang juga menjadi agenda tahunan di Gunungkidul adalah Geopark Night Specta. Acara tersebut sudah menginjak tahun ke tiga.
Mencontoh dari acara tersebut dia berharap masyarakat khususnya yang menjadi pelaku wisata juga bisa membuat kreasi dan inovasi serupa.
"Wisata malam hari di beberapa destinasi bisa sangat dimungkinkan, bisa dengan mengangkat budaya lokal atau kreasi kekinian yang bisa menarik wisatawan berkunjung," kata dia, Minggu (19/8/2018).
Meski Dispar Gunungkidul belum melakukan penelitian tentang korelasi wisata malam dengan lama tinggal wistawan, tapi jika dilakukan secara masif dan keberlanjutan disertai dengan adanya penambahan fasilitas penginapan, dia yakin akan berdampak pada lama tinggal.
"Saat ini lama tinggal wisatawan di Gunungkidul sekitar 1,42 hari, bukan tidak mungkin jika ada wisata malam yang tentunya berkonteks positif maka bisa menambah masa tinggal," kata dia.
Sekretaris Dinpar Gunungkidul, Harry Sukmono menambahkan untuk menunjanh pengembangan wisata malam ini yang masih perlu didorong adalah bagaimana menambah kuantitas dan kualitas penginapan serta atraksi yang disajikan kepada para wisatawan.
Dia mengakui terkait lama tinggal wisatawan memang masih jadi pekerjaan rumah. "Saat ini kami terus berupaya mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas tempat penginapan dan juga event-event wisata," ujar Hary.
Hary masih ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi, yakni jika ingin lama tinggal wisatawan lebih lama perlu ada penyajian hiburan malam yang menarik, dan saat ini belum ada. Selain itu akomodasi juga harus dipikirkan dan menjadi kewajiban semua elemen untuk mendukung itu.
Sementara itu bagian pemasaran wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Heru Purwanto mengatakan saat ini yang masih menjadi daya tarik yaitu Sunset dan Sunrise dan juga camping.
Untuk meningkatkan lama tinggal dan menarget wisatawan milineal sendiri, Heru mengatakan pihaknya menawarkan paket-paket. “Kami target untuk sekolah-sekolah untuk lama tinggal dan juga menjaring wisatawan milineal dengan paket kegiatan yang kami tawarkan,” ujar Heru.
Ketua Pokdarwis Sri Getuk, Sumarjuni juga mengungkapkan hal serupa. Pihaknya saat ini tengah mengembangkan wisata camping malam hari. Selain itu pengoptimalan kualitas homestay juga sedang dilakukan. "Langkah ini sebagai cara kami membuat betah wisatawan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.
Persib Bandung memastikan seluruh pemain dan ofisial aman usai diduga mendapat serangan oknum suporter setelah laga kontra PSM Makassar.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.