Jamaah FKI Gunungkidul Salat Iduladha Selasa Pagi

Jalu Rahman Dewantara
Jalu Rahman Dewantara Selasa, 21 Agustus 2018 12:05 WIB
Jamaah FKI Gunungkidul Salat Iduladha Selasa Pagi

Jamaah FKI tengah menunaikan Sholat Adha yang dipusatkan di Desa Playen, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Selasa (21/8/2018). /Harian Jogja- Jalu Rahman Dewantara

Harianjogja.com, Gunungkidul--Ratusan jamaah Forum Kajian Islam (FKI) Gunungkidul mengadakan sholat Iduladha yang terpusat di salah satu pekarangan warga di Desa Playen, Kecamatan Playen, Selasa (21/8/2018) pagi.

Dari pantauan Harianjogja.com, ratusan warga dari sejumlah wilayah di Gunungkidul, sejak pagi telah berkumpul di lokasi pelaksanaan sholat. Adapun prosesi sholat Iduladha tersebut dimulai pukul 06.30 WIB yang diimami oleh Ustaz Yanto Ibnu Jabal. Usai salat, dilanjutkan dengan khotbah yang diisi oleh Ustaz Asquri.

Terkait penentuan hari sholat Iduladha, Pengurus FKI Gunungkidul, Nurwidianto mengatakan hal tersebut sesuai kepercayaan pihaknya. Dia meyakini penetapan hari ini untuk Sholat Iduladha telah sesuai dengan syariat Islam.

"Berdasarkan syariat Islam, sebagaimana yang disampaikan Nabi Muhammad SAW yang menunjuk Amir mekah untuk menentukan hari 10 Dzulhijah dengan ruqyatul hilal. Jika ruqyat tidak berhasil bisa dengan dua orang saksi dari tempat lain yang akan diikuti oleh Amir Mekah. Kemudian Amir Mekah akan menentukan," kata dia, Selasa.

Penentuan hari untuk sholat Idul Adha ini berbeda dengan yang telah ditetapkan pemerintah. Berdasarkan sidang isbat yang diadakan Kementrian Agama, 1 Dzulhijah 1439 hijriah jatuh pada Senin (13/8/2018). Kemudian disepakati 10 Dzulhijah atau hari Raya Idul Adha ditetapkan pada Rabu (22/8/2018) besok.

Sebelumnya Ketua Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) Gunungkidul Suyoto Surya mengungkapkan gelaran sholat Iduladha di Gunungkidul memang tidak berlangsung serentak. Sebab dari informasi yang dia dapat ada salah satu jamaah di wilayah Playen yang akan melakukan sholat Iduladha pada Selasa.

Ini berbeda dengan yang akan diselenggarakan pihaknya yakni sesuai dengan penetuan oleh pemerintah yakni pada Rabu.

"Dari kami pelaksanaanya hari Rabu, di Masjid Al-Ikhlas, Wonosari. Yang menjadi khotib dari Kemenag Gunungkidul yaitu H Zamari," kata dia.

Kendati demikian dia tidak mempermasalahkan hal itu. "Di wilayah lain luar Gunungkidul juga ada yang beda, jadi bukan jadi masalah," kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online