Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Idham Samawi./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL--Kuasa Hukum Idham Samawi, Edy Wijaya Karokaro menilai sikap Pemerintah Kabupaten Bantul ragu-ragu untuk mengembalikan dana hibah Persiba Bantul sebesar Rp11,6 miliar. Padahal dana itu diakui pihaknya sebagai milik Idham.
Hal ini disampaikan Edy dalam sidang lanjutan perkara perdata gugatan dana hibah persiba Bantul di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Senin (27/8/2018). Dalam sidang tersebut Edy menjawab eksepsi atau pembelaan tergugat atau pihak Pemkab Bantul yang disampaikan dua pekan lalu.
Edy mengatakan jawaban Pemkab Bantul banyak yang tidak konsisten dan tidak sesuai dengan hukum. "Yang menjadi pokok persoalan ini kan sebenarnya siapa pemilik yang sah dana Rp11,6 miliar yang disetorkan penggugat," kata dia.
Menurut dia, dana itu disetorkan Idham pada Maret 2014 ke kas daerah adalah sah menurut hukum. Dalam perkembangannya Idham dinyatakan tidak bersalah sehingga dana itu harus dikembalikan kepada penyetor.
Pemkab Bantul, kata dia, sudah mengakui dana itu bukan milik Pemkab. Terbukti Pemkab Bantul tetap menganggarkan pengembalian dana melalui APBD setiap tahun sejak 2016 lalu sampai tahun ini. Dana itu juga tidak akan bisa digunakan oleh Pemkab karena bukan pendapatan daerah yang sah menurut undang-undang. "Dalam penganggaran tersebut nomenklaturnya jelas diperuntukan pengembalian," ujar Edy.
Karena itu ia heran jika Pemkab masih kukuh tidak juga mengembalikan dana tersebut. Ia meminta Majelis Hakim PN Bantul mengabulkan gugatannya dan menolak eksepsi dari tergugat. Edy juga meminta Majelis Hakim menetapkan dana Rp11,6 miliar itu adalah sah milik Idham berikut bunganya yang sampai Juli 2018 mencapai Rp2,9 miliar, serta bunga sampai ada keputusan tetap.
Sementara itu, Kuasa Hukum Pemkab Bantul, Muhammad Syafei mengatakan Pemkab Bantul menganggarkan pengembalian dana dan masuk pada anggaran tidak terduga sebagai bentuk kehati-hatian dan bukan keragu-raguan. "Kami menunggu proses ada kepastian hukum yang memerintahkan Bupati untuk mengembalikan," kata Syafei.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Slipknot resmi mengumumkan perpisahan dengan Sid Wilson setelah hampir tiga dekade bersama. Alasan keluarnya sang DJ masih menjadi misteri.
Kemkomdigi meminta Google dan Apple menghapus aplikasi Hornet dari Play Store dan App Store di Indonesia karena persoalan kepatuhan aturan PSE dan aduan masyara
Google menghadirkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menghapus watermark pada gambar, video, dan musik hasil kreasi AI Gemini.
Korban gempa M7,7 di Nagekeo, NTT bertambah menjadi 38 jiwa. Ribuan warga mengungsi, bandara, pelabuhan, dan fasilitas kesehatan terdampak.
Gempa M7,7 di Flores, NTT, menyebabkan 200 BTS mengalami gangguan di 10 kabupaten/kota. Komdigi bersama operator seluler melakukan pemulihan jaringan.