Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Ilustrasi/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Wacana kenaikan dana desa yang digagas Pemerintah Pusat dinilai mampu meningkatkan pembangunan di tingkat desa.
Ketua Paguyuban Lurah Semar Gunungkidul Bambang Setiawan mengatakan tambahan anggaran akan mempermudah perangkat desa dalam memberikan fasilitas maupun pembangunan di desa.
Sarana dan prasarana yang memadai di tingkat desa menurutnya akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup yang kemudian bermuara pada kesejahteraan. "Pembangunan bisa berlangsung lebih maksimal,” ucap dia, Rabu (29/8/2018).
Meski begitu jika kenaikan ini direalisasi maka perlu ada pengawasan dari dinas terkait, kecamatan serta kepolisian supaya penggunaan dana desa tidak menyimpang. "Paling tidak, bisa mengurangi penyimpangan yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab," kata Bambang.
Seperti diketahui rencana kenaikan dana desa ini sebelumnya telah disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo saat berkunjung ke Gunungkidul beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, KB dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Gunungkidul, Subiyantoro mengaku belum ada pembahasan lebih lanjut terkait dengan kenaikan nominal dana desa 2019.
Pasalnya sesuai dengan ketentuan, pembahasan tersebut baru dimulai pada November 2018. Pemerintah pusat dengan pemerintah daerah akan menggelar rapat usai ditetapkannya APBN 2019.
Maka dari itu, Subiyantoro mengaku belum memiliki gambaran kucuran dana desa yang akan diperoleh Gunungkidul. "Kalau 2017 lalu kami dapat 132 Milyar, sedangkan tahun 2018 turun 117 Milyar. Mudah-mudahan lah naik sesuai dengan kabar yang beredar," ucap dia.
Subiyantoro mengatakan pemerintah akan mengawal serta pembinaan mulai dari perencanaan hingga tahap akhir pengelolaan dana desa. Hal ini agar jika ada kesalahan langsung dapat diperbaiki. "Semua instansi terkait harus matang dan bersinergi dalam melakukan tugasnya," ucap dia.
Penggunaan dana desa di Gunungkidul kata Subiyantoro persentase penggunaannya lebih dominan untuk pembangunan infrastruktur. Kisarannya 70% di pembangunan fisik dan 30% di bidang pemberdayaan. "Tapi ya harus disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing desa juga," kata Subiyantoro
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.