Dua Tahun Lagi, Umur TPST Piyungan Tamat

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 05 September 2018 08:50 WIB
Dua Tahun Lagi, Umur TPST Piyungan Tamat

Aktivitas pembuangan sampah di TPST Piyungan. Foto diambil beberapa waktu lalu./Harian Jogja-David Kurniawan

Harianjogja.com, BANTUL- Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan dipastikan hanya bertahan hingga 2020. Hal ini mengacu pada kajian yang dilakukan oleh Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Kepala Balai Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi, dan Air Minum Perkotaan (PISAMP) DIY, Agung Satrio mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait dengan kajian yang dibuat oleh Satker PSPLP tentang operasional TPST Piyungan. Menurut dia, berdasarkan kajian ini, operasional maksimal hanya bertahan hingga dua tahun ke depan.

“Dengan melihat luas lahan dan jumlah volume sampah, operasi maksimal hanya sampai 2020. Setelah itu, TPST sudah tidak bisa menampung sampah lagi. Sebenarnya, untuk TPST sudah tidak digunakan lagi sejak 2012 lalu, tapi dengan berbagai upaya yang ada bisa bertahan, tapi dengan penelitian terbaru, maka usianya tak bisa diperpanjang lagi,” kata Agung saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/9/2018).

Menurut dia, hasil kajian ini harus ada solusi apakah mencari lokasi baru atau memanfaatkan teknologi untuk pengolahan sampah. Ia menuturkan, prediksi berakhirnya operasional TPST juga sudah disampaikan ke Pemkab Bantul, Sleman dan Kota Jogja untuk melakukan kajian bersama terkait dengan penanganan sampah. Agung mengakui, di dalam pertemuan sudah menyampaiakan kondisi terkini TPST. Dia pun sempat menawarkan untuk mengurangi volume sampah hingga 50% agar keberadaan TPST tetap beroperasi.

Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan TPST Piyungan, Sarjani mengatakan, operasional TPST sudah over kapasitas. Untuk pengolahan hanya memaksimalkan lahan yang masih tersedia. “Kita optimalkan yang ada. Salah satunya dengan membuat talut. Talut ini sangat bermanfaat, selain untuk penahan agar sampah tidak longsor, tapi juga menambah kapasitas sehingga sampah yang dibuang bisa lebih banyak lagi,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online