Penerima Bansos di Gunungkidul Diminta Hindari Judol dan Game Online
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judi online. Dinsos mengingatkan game online dengan top up juga berisiko.
Aktivitas pembuangan sampah di TPST Piyungan. Foto diambil beberapa waktu lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL- Dua tahun lagi, umur Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan akan berakhir. Sejumlah skenario disiapkan pemerintah.
Operasional TPST Piyungan dipastikan hanya bertahan hingga 2020. Hal ini mengacu pada kajian yang dilakukan oleh Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Kepala Balai Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi, dan Air Minum Perkotaan (PISAMP) DIY, Agung Satrio mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait dengan kajian yang dibuat oleh Satker PSPLP tentang operasional TPST Piyungan. Menurut dia, berdasarkan kajian ini, operasional maksimal hanya bertahan hingga dua tahun ke depan.
“Dengan melihat luas lahan dan jumlah volume sampah, operasi maksimal hanya sampai 2020. Setelah itu, TPST sudah tidak bisa menampung sampah lagi. Sebenarnya, untuk TPST sudah tidak digunakan lagi sejak 2012 lalu, tapi dengan berbagai upaya yang ada bisa bertahan, tapi dengan penelitian terbaru, maka usianya tak bisa diperpanjang lagi,” kata Agung saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/9/2018).
Menurut dia, hasil kajian ini harus ada solusi apakah mencari lokasi baru atau memanfaatkan teknologi untuk pengolahan sampah. Ia menuturkan, prediksi berakhirnya operasional TPST juga sudah disampaikan ke Pemkab Bantul, Sleman dan Kota Jogja untuk melakukan kajian bersama terkait dengan penanganan sampah.
Agung mengakui, di dalam pertemuan sudah menyampaiakan kondisi terkini TPST. Dia pun sempat menawarkan untuk mengurangi volume sampah hingga 50% agar keberadaan TPST tetap beroperasi.
Meski demikian, lanjut Agung, permintaan itu sulit direalisasikan, terutama menyangkut jumlah volume sampah yang dihasilkan setiap harinya. “Kalau setiap hari volumenya mencapai 600 ton dan untuk bisa mengurangi separuh dari jumlah ini juga bukan perkara mudah,” tuturnya.
Menurut dia, menyikapi penelitian terbaru tentang TPST Piyungan, sudah menyiapkan beberapa langkah dalam pengelolaan.
Untuk jangka pendek, Balai Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi Dan Air Minum Perkotaan (PISAMP) merencanakan optimalisasi lahan yang dibarengi dengan peremajaan alat berat. Diharapkan peremajaan itu memungkinkan pengolahan sampah yang lebih optimal.
“Di 2015 lalu, ada program pengadaan tanah seluas 2,3 hektare. Kami berharap, sebagian lahan bisa digunakan untuk membuang sampah sehingga daya tampung dapat bertambah,” ungkapnya.
Adapun untuk solusi jangka panjang, Agung mengungkapkan dapat dilakukan dengan pemanfaatan teknologi dalam pengolahan sampah. “Saat ini pemanfaatan teknologi masih dalam proses kajian. Harapannya bisa segera diwujudkan karena usia TPST yang semakin habis karena banyaknya volume sampah yang masuk,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judi online. Dinsos mengingatkan game online dengan top up juga berisiko.
Warga Sentolo, Kulonprogo, meninggal setelah masuk gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten
Polres Wonosobo menggelar patroli skala besar pada malam libur untuk mengantisipasi balap liar dan berbagai potensi gangguan kamtibmas.