Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings
Harianjogja.com, BANTUL--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul tidak akan meminta tambahan anggaran untuk dropping air dalam pembahasan APBD Perubahan 2018. Dasar untuk tidak meminta tambahan karena anggaran sebesar Rp75 juta dari APBD murni dirasa masih mencukupi untuk penyaluran hingga musim penghujan tiba.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan pihaknya terus menyalurkan air bersih ke warga yang menglamai krisis air bersih. “Bantuan terus kami salurkan kepada warga yang membutuhkan pasokan air bersih,” kata Dwi kepada wartawan, Selasa (4/9/2018).
Menurut dia, meski sudah banyak air yang disalurkan ke masyarakat, tetapi BPBD tidak akan mengajukan tambahan anggaran di APBD Perubahan 2018. Dwi berpendapat alokasi anggaran sekitar Rp75 juta dirasa masih mencukupi untuk memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat.
“Masih cukup sehingga kami tidak mengajukan tambahan anggaran saat pembahasan APBD Perubahan dilakukan,” ucap dia.
Dijelaskan Dwi, salah satu pertimbangan untuk tidak mengajukan tambahan anggaran mengacu pada prakiraan cuaca oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hasil koordinasi dengan lembaga ini dipaparkan jika wilayah Bantul memasuki musim hujan pada Oktober mendatang. “Jadi kalau benar Oktober sudah memasuki musim hujan maka anggaran yang dimiliki masih mencukupi,” katanya.
Lebih jauh dikatakan Dwi, untuk penyaluran air bersih akan terus dilakukan selama ada permintaan dari masyarakat. “Warga yang minta pasti akan kami berikan bantuan. kami juga meminta kepada swasta yang ingin membantu berkoordinasi dengan BPBD sehingga bantuan dapat efektif dan tepat sasaran,” kata dia.
Manajer Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk mengatakan hingga sekarang sudah ada sekitar 80 tangki air bersih yang disalurkan ke masyarakat. Desa yang menjadi tempat penyaluran di antaranya, Selopamioro, Imogiri; Desa Bawuran, Pleret; Gilangharjo, Pandak; Seloharjo, Pundong; Sitimulyo dan Srimulyo, Piyungan; Guwosari dan Triwidadi, Pajangan. “Kami juga menyalurkan air bersih ke wilayah Dlingo seperti di Desa Munthuk dan Terong,” katanya.
Ditambahkan Aka, untuk penyaluran air bersih akan terus dilakukan hingga kebutuhan masyarakat terpenuhi. “Selama ada permintaan, kami akan terus memberikan bantuan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
ASDP menjelaskan antrean panjang di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dipicu aksi pengemudi truk. Antrean di sisi Jawa mencapai 8 km.
Hasil Pilur PAW Sleman 2026 di lima kalurahan. Andi Suwarno hingga Totok Jaka Suwarta meraih suara terbanyak.
Dua penembakan di Afrika Selatan menewaskan 27 orang, masing-masing di dekat Johannesburg dan kawasan pinggiran Cape Town.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe menjuarai WTA 500 Singapore Open 2026 setelah mengalahkan pasangan China Tang Qianhui/Xu Yifan.
Leo Rolly Carnando tumbuh di pinggiran Klaten. Dari raket kecil dan latihan bersama ayah, dia kini tampil di panggung bulu tangkis dunia.