Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Ilustrasi. /JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul memastikan anggaran droping air bersih yang dialokasikan di 2025 tidak terserap secara optimal. Adanya fenomena kemarau basah membuat stok air di masyarakat masih tersedia sehingga droping yang dilaksnaakan tidak sesuai dengan perencanaan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Edy Winarta mengatakan, tahun ini mendapatkan alokasi anggaran droping air bersih sebanyak Rp282,8 juta. Meski demikian, pagu ini tidak terserap secara penuh karena hanya mampu tersalurkan ke masyarakat sebesar Rp134,5 juta.
“Masih ada sisa sekitar Rp148,2 juta,” kata Edy, Selasa (23/12/2025).
Menurut dia, sesuai dengan ketentuan, maka sisa pagu anggaran droping akan dikembalikan ke kas Daerah untuk menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran [Silpa] di 2025. “Tidak masalah memang faktanya tidak bisa terserap secara menyeluruh. Jadi, sisa anggarannya dikembalikan ke pemkab,” ungkapnya.
Edy mengakui anggaran droping tidak terserap secara maksimal dikarenakan adanya fenomena kemarau basah. Meski sudah memasuki musim kemarau, tapi hujan masih turun sehingga berdampak terhadap stok air bersih di masyarakat yang seringkali menjadi langganan kekeringan.
“Hujan turun sepanjang tahun sehingga airnya bisa menjadi stok di masyarakat. akibatnya, permintaan air bersih tidak sebanyak dengan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Hal tak jauh berbeda disuarakan oleh Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono. Menurut dia, dampak kekeringan di Bumi Handayani tidak separah di tahun-tahun sebelumnya. Fenomena kemarau basah yang terjadi di 2025 ikut berpengaruh terhadap penyaluran air bersih ke warga yang membutuhkan.
Ia mengakui, sudah mengalokasikan bantuan sebanyak 1.500 tangki. Namun, hingga musim hujan datang di akhir Oktober ini tidak terserap semuanya sehingga ada sisa anggaranya.
“Kemarau basah membuat wilayah Gunungkidul tetap mendapatkan kiriman hujan, meski musim kemarau,” katanya.
Disinggung mengenai lokasi penyaluran air bersih, Purwono mengakui dilakukan pengiriman ke sejumlah kapanewon seperti Tepus, Rongkop, Saptosari, Patuk, Gedangsari hingga Ngawen.
“Tahun ini, kapenwon yang meminta bantuan air bersih tidak sebanyak seperti tahun-tahun sebelumnya. Untuk saat ini, pelaksanaan droping air sudah dihentikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus
Apple dikabarkan melatih model AI khusus untuk pasar China bersama Alibaba. Langkah ini membuka jalan bagi peluncuran Apple Intelligence di China dan memperkuat
Bareskrim ungkap jaringan judi online Ujangbet dengan transaksi Rp890 miliar. Modus deposit menggunakan pulsa. Polisi peringatkan orang tua awasi penggunaan HP
Pilih aplikasi pemutar musik terbaik sesuai kebutuhan: Spotify dan YouTube Music untuk streaming, AIMP dan Musicolet untuk file lokal.