Ratusan Galon Bekas Disulap Jadi Media Tanam Padi, DPRD Jogja Minta Ditiru
Poktan Swa Katon Asri Wirobrajan menanam padi dalam ratusan galon bekas. DPRD Kota Jogja menilai inovasi ini layak direplikasi.
Wisatawan menikmati air minum siap konsumsi di kawasan Malioboro pada Januari 2026. Ist/Dok. Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja kini menyediakan lima titik keran air minum siap konsumsi di kawasan Malioboro. Fasilitas tersebut ditujukan untuk menambah kenyamanan wisatawan sekaligus menekan produksi sampah botol plastik sekali pakai di jalur pedestrian utama Kota Jogja itu.
Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Disbud Kota Jogja, Fitria Dyah Anggraeni, menjelaskan bahwa fasilitas air minum tersebut sebenarnya telah dipasang sejak beberapa waktu lalu. Namun sejumlah unit sempat mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan. Setelah dilakukan perbaikan bersama Perumda Air Minum (PADM) Kota Jogja, seluruh keran kembali berfungsi.
“Setelah diperbarui, keran air ini mulai aktif lagi menjelang libur Natal dan Tahun Baru kemarin,” kata Fitria, Rabu (14/1/2026).
Lima titik yang sudah siap digunakan berada di depan Hotel Inna Garuda, sisi barat Jalan Malioboro, depan Kepatihan sisi barat, depan Benteng Vredeburg, serta area depan Gedung Agung.
Fitria menyebut penyediaan keran air minum ini merupakan bagian dari upaya pengurangan sampah plastik di Malioboro. Wisatawan didorong membawa tumbler sendiri untuk diisi ulang ketika berada di kawasan tersebut.
“Kalau tidak membawa botol, tetap bisa langsung minum di keran. Tetapi harapannya masyarakat membawa tumbler untuk mendukung pengurangan sampah botol plastik,” jelasnya.
Fasilitas ini juga diharapkan menambah kenyamanan pengunjung Malioboro yang sejak beberapa tahun terakhir telah menjadi kawasan full pedestrian. Meski begitu, Fitria mengakui masih ada wisatawan yang belum mengetahui cara memanfaatkan keran air tersebut. Karena itu, pihaknya mulai mengintensifkan sosialisasi melalui media sosial serta pemasangan petunjuk penggunaan di setiap titik.
“Kami berharap pengunjung membaca petunjuk yang tersedia dan menggunakan fasilitas sesuai peruntukan,” ujarnya.
Untuk memastikan fasilitas berfungsi dan digunakan secara benar, petugas Jogoboro dan Jogomaton turut dikerahkan. Mereka bertugas memberikan edukasi, mengingatkan pengguna, sekaligus mengawasi potensi vandalisme.
“Petugas tidak hanya mengawasi pelanggaran, tetapi juga melihat apakah ada penyalahgunaan fasilitas air minum. Bila ada yang tidak sesuai, langsung ditegur sekaligus diberi edukasi,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Poktan Swa Katon Asri Wirobrajan menanam padi dalam ratusan galon bekas. DPRD Kota Jogja menilai inovasi ini layak direplikasi.
Link live streaming Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026 tersedia di Vidio dan YouTube. Simak jadwal dan cara menontonnya.
Satoria Hotel Yogyakarta merayakan ulang tahun ke-9 dengan tema “Together We 9row” melalui berbagai kegiatan kesehatan, sosial, lingkungan, dan pengembangan dir
Komite MAN 2 Bantul menjelaskan soal Rp4,2 juta yang ramai di media sosial. Nominal disebut bukan tarif wajib bagi wali murid.
Capaian CKG Kulonprogo baru 119.172 dari 459.782 sasaran. Dinkes memperluas pemeriksaan hingga Kantor Pemkab Kulonprogo.
BRI Peduli Sahabat Disabilitas 2026 kembali digelar di Makassar dengan pelatihan dan pemagangan untuk memperluas kesempatan kerja inklusif.