SELEKSI MAHASISWA BARU: UPNVY Buka 21 Program Studi
Pada seleksi mahasiswa baru periode 2019, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY) menyediakan 21 program studi dengan total kuota 3.180 mahasiswa.
Sejumlah siswa SD Seropan saat mengerjakan soal USBN di ruangan yang telah lama tidak dipakai, Kamis (3/5/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA--Sekolah memang bukan sebuah tempat di mana seluruh persoalan bangsa dapat diselesaikan. Namun sekolah menjanjikan banyak hal tentang perbaikan sebuah bangsa di masa depan. Oleh karena itu, sekolah memiliki peran besar dalam membentuk karakter bangsa.
Namun sayang persoalan kualitas moral bangsa ini membuat menyontek menjadi hal yang kerap dilakukan oleh siswa bahkan di jenjang sekolah dasar (SD). Hal tersebut dikatakan Ichsan dalam disertasinya yang berjudul Pendidikan Nilai Kejujuran Pada Diri Siswa Berbasis Kelas dan Kultur Madrasah di MIN Jejeran Bantul.
Dikatakan Ichsan, perilaku tidak jujur yang menyebabkan siswa menyontek antara lain karena rendahnya moralitas, ada ketakutan-ketakuan tertentu berkaitan dengan prestasi akademik, ada kesempatan atau kemungkinan tidak ketahuan, budaya mengatrol nilai, dan tata peraturan yang membentuk struktur dan kultur sekolah. Untuk memberantas budaya curang tersebut pendidikan nilai yang menekankan kejujuran perlu lebih diperhatikan.
“Menyontek merupakan sisi gelap kehidupan para siswa,” ucap Ichsan, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan karakteristik nilai jujur untuk SD terbagi menjadi dua fase indikator perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
Untuk jenjang kelas I-III adalah tidak meniru jawaban teman (menyontek) ketika ulangan atau mengerjakan tugas di kelas, menjawab pertanyaan guru tentang sesuatu berdasarkan pengetahuannya, mau bercerita tentang kesulitan dirinya dalam berteman, menceritakan sesuatu kejadian berdasarkan sesuatu yang diketahuinya dan mau menyatakan tentang ketidaknyamanan suasana belajar di kelas.
Untuk jenjang kelas IV-VI tidak meniru pekerjaan temannya dalam mengerjakan tugas di rumah, mengatakan dengan sesungguhnya sesuatu yang telah terjadi atau yang dialaminya, mau bercerita tentang kesulitan menerima pendapat temanya, mengemukakan pendapat tentang sesuatu sesuai yang diyakini, dan mengemukakan ketidaknyamanan dalam belajar di sekolah. Hal ini disampaikan Ichsan sesuai dengan sumber dari Kementerian Pendidikan Nasional.
Berkat disertasinya ini Ichsan berhasil menjadi doktor ke-47 yang diluluskan oleh program Pascasarjana Psikologi Pendidikan Islam UMY pada 13 September dengan predikat nilai sangat memuaskan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada seleksi mahasiswa baru periode 2019, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY) menyediakan 21 program studi dengan total kuota 3.180 mahasiswa.
Astra Motor Yogyakarta turut mendukung program TUMBUH yang memiliki tema semangat kolaboratif antar generasi muda hingga masyarakat pesisir
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.
Gregoria Mariska Tunjung resmi mundur dari Pelatnas PBSI karena alasan kesehatan, PBSI menghormati keputusan dan fokus pada pemulihan.
Megawati Hangestri resmi bergabung dengan Hillstate Korea Selatan dan dijadwalkan debut di KOVO Cup serta V-League 2026/2027.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League 2025/2026, Van Gastel tetap turunkan skuad terbaik di dua laga sisa musim.