Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Ilustrasi pungli/Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—SMPN 2 Playen diduga melakukan praktik pungutan liar (pungli) terhadap orang tua siswa. Hal ini terungkap dari unggahan warganet di salah satu grup media sosial warga Gunungkidul beberapa waktu lalu.
Dalam unggahan tersebut, tampak sebuah foto menunjukan secarik kertas berisi permintaan sumbangan minimum Rp800.000. Permintaan sumbangan itu ditujukan kepada orang tua yang rencananya akan dipakai untuk menopang program kegiatan SMPN 2 Playen tahun ajaran 2018/2019 yang tidak didanai oleh Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun APBD.
Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rosyid. Bahron mengaku sudah meminta klarifikasi dari sekolah yang bersangkutan. Dia mengaku SMPN 2 Playen dalam hal ini komite sekolah berupaya meminta sumbangan untuk sekolah. "Lalu ada yang keberatan. Jadi kami minta untuk evaluasi dan dibatalkan saja," ucap Bahron, Selasa (18/9/2018).
Soal permintaan sumbangan ini kata Bahron sebenarnya upaya positif untuk memajukan sekolah. Dia juga yakin hal itu bukan pungli, tapi jika masyarakat tidak mau, sarannya jangan dilanjutkan.
Sumbangan seperti itu, menurut Bahron pada dasarnya diperbolehkan, dengan syarat tidak ada patokan minimum. Selain itu keterbatasan dana BOS juga diakuinya membuat sejumlah sekolah membuka keran sumbangan dari para wali.
"Ya memang dana BOS yang tersedia belum cukup, kalau sekolah dan wali murid memang boleh ada sumbangan, Tapi kalau bikin tidak nyaman mending tidak usah," kata Bahron.
Kepala SMPN 2 Playen, Suripto membenarkan jika surat tersebut memang ditujukan untuk orang tua siswa. Namun dia menampik tudingan jika itu merupakan praktik pungli.
Sebab kata dia, sebelum surat itu terbit pengurus komite sekolah telah berkoordinasi dengan para wali murid pada Sabtu (8/9/2018). "Kalau dikatakan pungutan saya rasa kok kurang tepat karena itu sudah dirembuk melalui rapat pengurus komite. Kemudian komite berkoordinasi dengan orang tua untuk bermusyawarah. Saat itu tidak ada yang keberatan," ucapnya saat ditemui awak media, di SMPN 2 Playen, Desa Gading, Kecamatan Playen, Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.