Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Bazaar makanan dan produk UMKM di Hartono Mall Jogja menjadi daya tarik pengunjung di libur panjang HUT Ke 73 Republik Indonesia, Jumat (17/8/2018). /Harian Jogja-Holy Kartika N.S
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (KUKMP) Bantul terus berupaya mendampingi agar semua usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki izin, minimal izin usaha mikro kecil (IUMK).
Sampai saat ini dari 46.378 UMKM, baru 13.674 UMKM yang memiliki IUMK.
Padahal mengurus IUMK gratis melalui kecamatan.
"Yang belum izin ini kebanyakan belum tahu," kata Kepala Bidang Usaha Kecil Menengah, Dinas KUKMP Bantul, Jawahir, Kamis (27/9/2018).
Jawahir mengatakan IUMK wajib dimiliki oleh semua usaha mikro kecil dan menengah. Dengan adanya IUMK, UMKM mendapat kepastian hukum dalam menjalankan usahanya, mendapat pendampingan, dan dapat mengakses modal dari lembaga permodalan, serta akses bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bantul, provinsi, hingga pusat.
Untuk mengurus IUMK pun tidak sulit. Hanya butuh beberapa jam jika persyaratan lengkap IUMK sudah bisa diterbitkan dari kecamatan. Setelah ada IUMK pihaknya juga mudah memfasilitasi UMKM untuk memasarkan produk hasil usahanya melalui festival, pameran di dalam dan luar daerah.
Dinas KUKMP Bantul menargetkan pada 2022 nanti sudah tidak ada UMKM yang tidak berizin. Tahun ini minimal 25% dari UMKM yang belum berizin bisa mengurus izinnya. "Kami terus berikan pengertian jika usahanya sudah legal akan mendapatkan berbagai kemudahan," ujar Jawahir.
Ketua Forum Kewirausahaan Bantul, Deddy Prasetyawan mengatakan banyaknya UMKM yang belum memiliki IUMK sebenarnya bukan kesalahan UMKM, tetapi lebih pada Pemerintah Kabupaten Bantul yang kurang dalam menyosialisasikan IUMK. Sebab yang ia temukan di lapangan banyak UMKM tidak mengerti cara mengurus IUMK, bahkan tidak mengetahui apa manfaatnya IUMK. Para pengelola usaha mikro, kecil, dan menengah hanya fokus menjalankan usaha.
"Jadi sebenarnya bukan tidak mau mengurus IUMK tetapi lebih pada ketidaktahuan. Kebanyakan yang sudah diinformasikan manfaatnya IUMK dapat mengurus kredit lunak tanpa jaminan dan akses bantuan lebih mudah, pada mengurus izin," kata Deddy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Grand Finals FFNS 2026 Fall digelar di GSP UGM, Jogja. Sebanyak 12 tim memperebutkan tiket menuju FFWS SEA 2026 Fall.
Harga mentimun di Wonogiri melonjak hingga Rp8.000 per kg. Petani berpeluang meraih omzet Rp24 juta dalam satu musim tanam.
Satpol PP Kota Jogja menertibkan 91 coffee street sepanjang 2026. Dua pelaku usaha disidang tipiring karena melanggar aturan.
Sejumlah parpol di Sukoharjo menyampaikan keprihatinan atas kasus Etik Suryani. Mereka berharap perkara ini menjadi pembelajaran dan evaluasi bersama.
Seorang pria berusia 55 tahun ditemukan meninggal di belakang rumahnya di Srandakan, Bantul. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.