Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ilustrasi kekeringan/REUTERS-Jose Cabezas
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Persediaan tangki air mandiri di sejumlah kecamatan di Gunungkidul mulai menipis. Bahkan ada yang telah habis, seperti halnya yang terjadi di Kecamatan Purwosari.
Camat Purwosari, Agung Danarta mengungkapkan dari total 400 tangki untuk dua desa di kecamatan tersebut saat ini telah habis. "Dari total tangki [400] yang kami miliki untuk dua desa yaitu Desa Giripurwo dan Giricahyo saat ini sudah ludes," ucap Camat Purwosari, Agung Danarta melalui sambungan telepon dengan Harianjogja.com, Senin (1/10/2018).
Selain itu anggaran yang dimiliki pihak kecamatan yang sebelumnya dianggarkan Rp80 juta diakui Agung juga telah habis. Menurut dia habisnya persediaan air di tangki mandiri dan anggaran ini terkait dengan musim penghujan yang tak menentu.
Itulah sebabnya Agung berharap dengan habisnya stok tangki air bersih serta anggaran ini bisa menjadi perhatian pemerintah daerah. "Untuk sementara waktu kami mengandalkan bantuan dari pihak swasta," ucapnya.
Selain di Purwosari menipisnya persediaan tangki mandiri air bersih juga dialami Kecamatan Tanjungsari. Camat Tanjungsari Rahmadian Wijayanto mengatakan dari total 125 tangki yang dimiliki pihaknya, saat ini tinggal tersisa 25 tangki.
Adapun seluruh tangki itu menyasar empat dari lima desa, yakni Desa Kemiri, Kemadang, Ngestirejo dan Hargosari. "Sementara untuk Desa Banjarejo dapat bantuan dari BPBD," ucapnya.
Rahmadian mengatakan meski persedian tangki telah menipis, pihaknya tidak terlalu khawatir. Sebab di wilayahnya persediaan air tergolong masih aman lantaran terdapat saluran pipa PDAM. Selain itu untuk tahun ini krisis air akibat musim kemarau juga tidak terlalu terasa. Berbeda dengan tahun lalu yang menurutnya lebih berat.
"Kalau tahun lalu kan lebih panjang selain itu ada pompa air di Desa Hargosari yang rusak jadinya permintaan akan pengedropan air lebih tinggi dibanding sekarang," ujar dia.
Meski begitu dia mengaku permintaan pengedropan air bersih oleh warga tetap ada, namun tidak terlalu gencar. Bahkan pihak kecamatan yang justru menawarkan air. Oleh karena itu dia memastikan hingga akhir bulan ini masalah air tetap aman. "Tapi jika nanti tangki mandiri ini habis kami akan minta bantuan ke BPBD. Selain kami juga minta bantuan pihak swasta," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Prabowo menargetkan 30 ribu Kopdes Merah Putih beroperasi pada Juli 2026 untuk memperkuat ekonomi desa di seluruh Indonesia.
Prabowo siapkan satgas deregulasi untuk memangkas izin usaha yang dinilai terlalu lama demi memperkuat investasi di Indonesia.
BKPM menilai surat Kadin China di Indonesia sebagai masukan positif terkait tantangan iklim investasi dan hilirisasi di Indonesia.
Polisi memastikan kasus yang dikira klitih di Pengasih Kulonprogo ternyata duel remaja akibat masalah pribadi yang diduga terkait asmara.
Presiden Prabowo menyebut masih ada ribuan triliun kekayaan negara yang harus diselamatkan dari praktik pencurian aset nasional.