21 Layanan dan Kondisi yang Tak Ditanggung BPJS Kesehatan 2026
BPJS Kesehatan tidak menanggung 21 kategori layanan dan kondisi pada 2026. Simak daftar lengkap serta pengecualiannya.
Sri Sultan Hamengku Buwono X./Harian Jogja-Desi SUryanto
Harianjogja.com, JOGJA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X meminta segera didirikannya dapur umum bagi mahasiswa Sulawesi Tengah (Sulteng) di Jogja yang keluarganya terdampak gempa tsunami.
Sultan juga berharap para rektor perguruan tinggi di Jogja segera melakukan pendataan untuk mendalatkan data valid kondisi mahasiswa mengingat ratusan di antara mereka terancam tak mendapatkan uang kuliah dan biaya hidup. Pembahasan terkait mahasiswa Sulteng ini telah dilakukan Sultan dengan para rektor di Kepatihan, Senin (8/10/2018).
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menjelaskan hasil verifikasi sementara mahasiswa asal Sulteng terdampak gempa tsunami yang berada di DIY ada 590 orang. Ratusan mahasiswa itu tidak lagi mendapatkan kiriman dari keluarganya untuk biaya pendidikan dan biaya hidup selama di Jogja.
DIY memiliki komitmen kuat untuk membantu provinsi lain seperti yang terjadi saat bencana gempa tsunami Aceh 2004 silam maupun bencana lainnya. Salah satu yang segera ditangani Pemda DIY adalah penyiapan dapur umum bagi mahasiswa Sulteng di Jogja.
"Kami sudah minta, kalau nggak malam ini [Senin 8/10/2018] atau besok pagi [Selasa 9/10] dapur umum sudah ada. Itu untuk membantu sementara agar mereka bisa makan pagi siang malam," ucap Sultan di Kepatihan, Senin (8/10/2018) sore.
Sultan juga meminta kepada para rektor perguruan tinggi di Jogja untuk melakukan verifikasi mahasiswa yang keluarganya terdampak gempa Sulteng. "Kami minta kepada pak rektor untuk mendata jadi riilnya [terdampak] seperti apa," ujarnya.
Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan ratusan mahasiswa Sulteng itu dengan beragam dampak. Mulai dari keluarganya sudah meninggal semua, ada yang belum bisa komunikasi dengan keluarga dan ada pula yang sudah berhasil komunikasi dengan keluarga namun belum bisa mendapatkan dukungan biaya kuliah.
Pemda DIY akan menyiapkan dapur umum setiap hari di Posko Mahasiswa Sulteng di Bintaran, Mergangsan, Kota Jogja. Ransum akan diberikan untuk tiga kali makan sampai batas waktu yang belum ditentukan. "Karena masak untuk sekali makan sekitar 600 orang itu kan cukup berat ya, maka kami kerahkan tenaga relawan nanti," kata Gatot.
Gatot mengimbau kepada para mahasiswa Sulteng untuk tetap tinggal di Jogja jangan sampai berangkat ke kampung halaman karena dikhawatirkan menjadi beban, sebelum sampai kondisinya normal. "Saya manusiawi lah pasti mereka ingin tahu kabar keluarganya, tetapi saya membayangkan akses ke sana sulit," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Kesehatan tidak menanggung 21 kategori layanan dan kondisi pada 2026. Simak daftar lengkap serta pengecualiannya.
Citroën menghidupkan kembali 2CV sebagai mobil listrik. Konsepnya tampil 11 Oktober 2026 dan versi produksi ditargetkan meluncur 2028.
BRI menggelar Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026 dengan menawarkan lebih dari 5.000 aset di seluruh Indonesia pada 1 Oktober–30 November 2026.
John Herdman membawa ranking FIFA Indonesia dari posisi 122 ke 117. Bagaimana progres Garuda dibanding era Kluivert dan Shin Tae-yong?
BRI Peduli melatih 500 volunteer mengelola sampah jelang MotoGP Mandalika 2026 untuk mendukung kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Reservasi hotel di Jogja naik 5%-15% menjelang WJNC 2026. PHRI DIY menyebut okupansi 25%-40% dan berharap dampak wisatawan meluas.