Kasus Ternak Mati Bertambah, Kompensasi Jadi Cara Tekan Brandu
Laporan ternak mati di Gunungkidul meningkat. Kompensasi jadi cara cegah praktik brandu dan penyebaran antraks.
Petugas Unit Laka Satlantas Polres Gunungkidul saat akan mengevaukasi truk maut yang mengalami kecelakaan tunggal di ruas jalan Ngawen-Sambeng, di Dusun Batusari, Kampung Ngawen. Senin (15/10/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sebuah truk berpelat nomor R 1522 PD yang penuh muatan pakan ternak dan penumpang tergelimpang di ruas jalan Sambeng-Ngawen, tepatnya Dusun Batusari, Kampung, Ngawen, Senin (15/10/2018). Akibatnya empat korban meninggal dunia, sepuluh korban mengalami luka berat dan ringan.
Informasi yang berhasil dihasil dihimpun, truk nahas yang dikemudikan Darsono, warga Kedungpoh, Nglipar ini pulang mengantarkan belasan warga Dusun Ngeblak, Katongan, Nglipar mencari rumput di wilayah Pedan, Klaten.
Nahasnya sebelum sampai di rumah, truk mengalami kecelakaan hingga menyebabkan empat korban meninggal dunia.
Diduga kecelakaan terjadi karena kelebihan muatan sehingga truk tak dapat dikendalikan. Terlebih lagi sesaat sebelum kejadian kendaraan sempat oleng hingga terguling sehingga penumpang dan puluhan karung berisi rumput tumpah dari bak.
Kepala Satlantas Polres Gunungkidul AKP Mega Tetuko mengatakan, kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah truk penuh muatan dan penumpang terjadi pada Senin sekitar pukul 14.00 WIB.
Seusai mendapatkan laporan, unit laka lantas Polres Gunungkidul langsung melakukan olah TKP. “Kami langsung menerjunkan personel untuk penyelidikan dan mengamankan truk sebagai barang bukti,” kata Mega kepada wartawan di sela-sela TKP, Senin.
Menurut dia, berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui truk penuh dengan muatan rumput pakan ternak. Selain itu, juga banyak penumpang karena di atas tumpukan rumput ada sepuluh penumpang. “Dugaan awal karena jalan sedikit bergelombang sehingga truk oleng dan akhirnya terguling ke aspal,” ungkapnya.
Dijelaskannya, akibatkan kejadian tersebut seluruh isi di dalam truk tumpah dan para penumpang jatuh. Nahasnya, di lokasi jatuh terdapat sebuah selokan penuh dengan bebatuan sehingga banyak korban fatal. “Semua saling berkaitan. Yang jelas, kami terus melakukan penyelidikan terkait dengan laka maut ini,” katanya.
Lebih jauh diungkapkan Mega, dari kecelakaan ini empat korban dinyatakan meninggal dan sepuluh korban lainnya mengalami luka ringan dan berat. Untuk para korban, hingga saat ini masih dilakukan perawatan intensif di rumah sakit di Cawas, Klaten. “Korban meninggal kebanyakan mengalami luka serius di bagian kepala,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laporan ternak mati di Gunungkidul meningkat. Kompensasi jadi cara cegah praktik brandu dan penyebaran antraks.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.