Pameran Dark Garden Terawang Iklim di Masa Depan
Sedikitnya 16 seniman internasional menggelar karya dalam pameran Dark Garden yang mengangkat persepsi mereka terhadap iklim di masa depan.
Konser Amal Sulteng Kuat.
Harianjogja.com, JOGJA—Sore ini, Minggu (21/10/2018), Sekretariat Bersama Perhimpunan Pencinta Alam (Sekber PPA) DIY menggelar konser untuk menggalang dana bantuan bagi korban bencana alam di Palu, Sulawesi Tengah.
Bertajuk Konser Amal Sulteng Kuat, konser ini akan digelar di Auditorium Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Jogja mulai pukul 16.00 WIB. Setiap penonton diwajibkan menyumbangkan donasi minimal Rp15.000 untuk bisa menikmati konser amal Sulteng Kuat.
“Hasil dari pengumpulan donasi pada hari ini untuk menambah pasokan dana Sekber PPA DIY dalam membuat sanitasi dan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) darurat di wilayah terdampak bencana gempa bumi dan tsunami di Sulteng,” ungkap Ketua Pelaksana Konser Amal Sulteng Kuat, Dimas Satriya, kepada Harian Jogja, Minggu.
Dalam konsernya, akan tampil The Beatflash, Doaibu, DJ Jessica Woimbon, The Kick, Umar Haen serta Apollo 10. Di acara itu juga akan ada tato amal langsung, sablon amal, cukur amal serta pengumpulan barang donasi yang dapat diuangkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sedikitnya 16 seniman internasional menggelar karya dalam pameran Dark Garden yang mengangkat persepsi mereka terhadap iklim di masa depan.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.