Jadwal Lengkap 76 Indonesian Downhill 2026: Bantul Jadi Arena Neraka
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Direktur PT Berlico Farma Irwan Hidayat secara simbolis menyerahkan bantuan kepada mahasiswa disaksikan Dubes Filipina Leehiong T Wee dan permaisuri Sultan HB X, GKR Hemas di Bangsal Wijatapraja Kepatihan, Jogja, Senin (22/10/2018) malam./Ist-PT Berlico Farma
Harianjogja.com, JOGJA-Puluhan mahasiswa Jogja asal Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah menerima bantuan jaminan hidup (Jadup) dari PT Berlico Mulia Farma. Bantuan tersebut diberikan agar mahasiswa korban bencana tidak kebingungan memikirkan biaya hidup saat kuliah di Jogja.
"Bantuan ini sangat berarti bagi mahasiswa yang keluarganya menjadi korban bencana gempa bumi, tsunami, di Palu dan Donggala. Ada keluarganya yang meninggal, ada yang rumahnya hancur, kegiatan ekonominya lumpuh," kata Sulaiman, Koordinator Advokasi Informasi dan Media Posko mahasiswa asal Sulteng usai menerima bantuan di Bangsal Wijatapraja Kepatihan, Senin (22/10/2018) malam.
Bantuan biaya hidup total dari PT Berlico Farma yang diterima senilai Rp150 juta untuk 50 orang mahasiswa. Masing-masing mahasiswa mendapatkan jadup @Rp3 juta. Tidak hanya itu, Direktur PT Berlico Farma Irwan Hidayat juga memberikan bantuan khusus untuk operasional Posko Bencana Mahasiswa Sulteng di Jogja sebesar Rp50 juta.
Pemberian bantuan tersebut juga mengetuk hati Dubes Filipina untuk Indonesia, Leehiong T Wee Lee pun memberikan bantuan dana sebesar US$2.000 setara Rp30 juta untuk membantu biaya hidup 10 mahasiswa korban bencana. Total bantuan yang disalurkan sebesar Rp230 juta.
Ketua Posko Peduli Sulteng di Jogja, Hendrawan mengatakan jumlah mahasiswa Palu yang ada di DIY ada sekitar 2.000 orang. Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 730 orang keluarga mahasiswa terdampak langsung bencana gempa dan tsunami di Palu.
"Sejak bencana melanda Palu dan Donggala, nasib para mahasiswa yang studi di Jogja ikut terkena dampak. Ada yang menunggak bayar kost dan juga kesulitan biaya hidup. Hampir tidak mungkin mengharapkan kiriman dari keluarga di Palu,” katanya.
Direktur PT Berlico Farma Irwan Hidayat mengatakan mahasiswa asal Palu dan Donggala yang sedang kuliah di luar daerah juga perlu mendapat perhatian. Ini penting untuk menguatkan semangat dan tekad mereka menyelesaikan studinya.
"Mereka harus kuat, jangan putus kuliah walaupun keluarga mereka menjadi korban bencana," katanya.
Dia juga meminta agar semua pihak terutama perusahaan lainnya ikut memikirkan nasib mahasiswa yang sedang belajar di luar Sulawesi Tenggara. Tidak hanya di Jogja, tetapi juga di daerah lainnya. Setidaknya bisa memberikan biaya hidup dan membantu untuk menyelesaikan studinya.
"Ide kami membantu mahasiswa korban bencana di Palu muncul setelah saya bertemu dengan mahasiswa yang kesulitan biaya hidup karena keluarganya jadi korban bencana," katanya.
GKR Hemas yang ikut menyaksikan penyerahan bantuan mengapresiasi kepedulian Berlico Farma terhadap nasib para mahasiswa asal Palu dan Donggala yang ada di Jogja. Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar menguatkan para korban bencana secara finansial, tapi juga akan memberikan semangat kepada mereka.
“Hal yang penting, bantuan ini diharapkan bisa menumbuhkan semangat dan kepercayaan korban bencana, bahwa mereka tidak sendirian. Di sini masih banyak saudara mereka yang ikut peduli dan ikut meringankan beban mereka,” kata Hemas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.