Dalam Sehari, Dua Warga Gunungkidul Gantung Diri

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 31 Oktober 2018 21:17 WIB
Dalam Sehari, Dua Warga Gunungkidul Gantung Diri

Ilustrasi. /Antaranews-Ridwan Triatmodjo

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Kasus gantung diri di Gunungkidul terus bertambah. Rabu (31/10/2018) ditemukan dua warga yang mengakhiri hidup dengan gantung diri.

Kasus pertama menimpa Sutarmi,48, warga Dusun Tobong, Sambirejo, Ngawen. Ia ditemukan menggantung di sebuah pohon mangga tak jauh dari rumahnya pada Rabu pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Sekitar 15 menit berselang, di Prawiro Karno,95, warga Desa Kemadang, Tanjungsari mengakhiri hidup dengan gantung kadang ternak yang berada di dekat rumah.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Anang Prastawa mengatakan, hingga akhir Oktober jumlah kasus gantung diri mencapai 22 kasus. Jumlah ini lebih sedikit ketimbang temuan di tahun lalu yang mencapai 35 kasus. “Mudah-mudahan tidak ada lagi kasus bunuh diri lagi,” kata Anang kepada wartawan, Rabu kemarin.

Dia menjelaskan, dari kebanyakan kasus yang terjadi, aksi nekat yang dilakukan karena korban mengalami depresi yang berat. Salah satunya dikarenakan penyakit yang diderita korban tidak kunjung sembuh. Untuk pencegahan, Anang mengaku sudah melakukan upaya pencegahan melalui bimbingan kemasyarakatan maupun sosilaisasi oleh anggota Bhabinkamtibmas di setiap desa. “Kami juga masuk dalam tim satgas berani hidup yang dibentuk pemkab,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pihaknya terus berkomitmen untuk membantu pemkab dalam upaya menekan angka bunuh diri di Gunungkidul. “Masyarakat harus ikut berpartisipasi karena pencegahan tidak bisa sendirian. Apalagi yang tahun kondisi di lingkungan adalah masyarakat sehingga partisipasi dan peran dari masyarakat sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online