Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Para siswa SMA Stella Duce II Yogyakarta membuat media pembelajaran dan dipamerkan dalam pameran pendidikan di sekolahnya, Jumat (2/11/2018)./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, JOGJA--SMA Stella Duce 2 Yogyakarta menggelar pameran pendidikan dalam rangka memperingati lustrum ke-6, Jumat (2/11/2018). Salah satu tujuan kegiatan adalah memberikan kesempatan siswa untuk belajar lintas ilmu.
Pameran pendidikan dilaksanakan seluruh siswa yang terbagi sembilan stan dan mencakup tiga jurusan yaitu jurusan Bahasa, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Masing-masing stan menampilkan beberapa hasil karya siswa yang berkaitan dengan materi jurusan masing-masing.
Seperti stan kelas XI IPS, para siswa menampilkan maket alur distribusi barang mulai dari proses produksi sampai konsumsi. Ada pula miniatur candi dan proses terjadinya hujan menurut ilmu geografi.
Margaretha Irma Bianita, perwakilan stan mengatakan stan tersebut dikunjungi siswa dari kelas atau jurusan lain. Demikian pula ia dan siswa IPS lainnya juga wajib mengunjungi stan pameran jurusan lain. "Kami diberi selembar kertas. Stan apa saja yang sudah dikunjungi harus dicatat, termasuk ilmunya yang didapat apa saja," kata dia kepada Harian Jogja, Jumat (2/11/2018).
Dengan sistem itu, menurut dia, para siswa bisa mempelajari materi lain di luar ilmu yang diperoleh sehari-hari. Menurut dia, kegiatan tersebut juga bisa mengenalkan siswa dengan siswa lain di tingkat dan jurusan yang berbeda.
Kepala Sekolah SMA Stella Duce II Antonius Haryanto mengatakan lustrum kali ini tidak hanya dimeriahkan pameran pendidikan tetapi juga lomba mading tiga dimensi, lomba desain kaus, dan lomba menyanyi tunggal yang ditujukan bagi siswa-siswi SMP se-DIY dan Jawa Tengah. Ada pula musikalisasi puisi, bakti sosial sembako murah, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, dan pelatihan pembuatan balsem.
"Manfaat untuk siswa, mereka jadi punya kesempatan menunjukkan potensinya dan mengasah kemampuan wirausaha karena siswa juga menyediakan makanan dan minuman, serta mengasah kepedulian bela rasa," jelasnya. (Bernadheta Dian Saraswati)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.
Jumlah investor saham di Jogja tembus 322 ribu per April 2026. Tumbuh 30% setahun, didorong edukasi dan minat generasi muda.