Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Satu unit alat berat mengumpulkan sampah bekas land clearing di atas IPL NYIA di Dusun Kragon II, Desa Palihan, Kecamatan Temon, beberapa waktu lalu./Dok
Harianjogja.com, KULONPROGO—Proses pemberian tali asih yang telah memasuki tahap uji publik atas data nominatif bagi warga bekas penggarap lahan Paku Alam Ground (PAG) terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) tersendat. Tahapan yang seharusnya selesai Kamis (8/11/2018) tersendat lantaran sejumlah warga calon penerima tali asih merasa keberatan dengan data luas lahan garapan hasil verifikasi.
Kepala Seksi Inventarisasi dan Identifikasi Pertanahan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertarung) Kulonprogo, Elda Triwahyuni, mengatakan warga yang keberatan tersebut seluruhnya berasal di Desa Glagah, Kecamatan Temon. Untuk warga di tiga desa lainnya yakni Palihan, Sindutan, dan Jangkaran tidak ada permasalahan. "Tahapan di tiga desa sudah tuntas, hanya Glagah yang masih ada permasalahan yakni munculnya keberatan warga," ucap Elda, belum lama ini.
Menurutnya, warga merasa keberatan lantaran terdapat perbedaan selisih antara luas lahan berdasar pengakuan dan data yang mereka miliki dengan luas hasil pendataan dalam uji publik. Akibat permasalahan ini uji publik data nominatif masih dalam proses dan perlu penyelesaian terlebih dulu dengan musyawarah antara warga bersangkutan dengan pemerintah desa dan paguyuban warga penggarap PAG.
Elda berharap keberatan yang muncul atas data nominatif itu bisa segera diselesaikan supaya proses pembagian dana tali asih bisa segera berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu penandatanganan data nominatif oleh semua warga calon penerima serta pembuatan berita acara.
Kepala Desa Glagah, Agus Parmono, tidak menampik adanya keberatan dari warga penggarap PAG. Dia juga mengatakan beberapa warga sempat menemui pemerintah desa dan kemudian diarahkan untuk melapor ke kelompok kerja masyarakat atau paguyuban penggarap dan kepala dusun supaya langsung ditangani.
Sebagai informasi, Kadipaten Pura Pakualaman mengucurkan dana Rp25 miliar sebagai tali asih bagi warga bekas penggarap lahan terdampak pembangunan NYIA. Bidangnya mencakup wilayah empat desa terdampak yakni Glagah, Palihan, Sindutan, dan Jangkaran dengan luas lahan mencapai 1.602.988 meter persegi.
Berdasarkan pendataan hasil verifikasi oleh Pemkab Kulonprogo dan pemerintah desa serta paguyuban warga penggarap, terdapat 481 penggarap di empat desa tersebut. Untuk pencairannya, pemerintah akan mentransfer uang ke pemerintah desa dengan nilai proporsional berdasarkan data. Masing-masing warga nanti akan membuka rekening, dan tali asih selanjutnya didistribusikan lewat transfer bank.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.