Soft Living Jadi Tren di Jogja, Anak Muda Utamakan Kesehatan Mental
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
Kegiatan Jogja International Heritage Walk (JIHW) yang pernah digelar sebelumnya./Ist-JIHW
Harianjogja.com, JOGJA- DIY kembali akan menggelar Jogja International Heritage Walk (JIHW) 2018 pada Jumat (16/11/2018) hingga Minggu (18/11/2018). Dalam event kali ini akan ditetapkan rute permanen untuk jalan kaki sepanjang 10 kilometer yang akan melewati empat desa di dua kecamatan di Sleman.
Sekjen Jogja Walk Association (JWA) Fitriani Kuroda menjelaskan pelaksanaan JIHW tahun ini sekaligus menetapkan rute jalan kaki sepanjang 10 kilometer. Rute permanen diharapkan bisa menjadi referensi bagi wisatawan asing yang ingin melakukan jalan kaki.
Penentuan rute ini telah melalui proses survei dan kajian bersama dengan mempertimbangkan daya tarik dan potensi lokal. Adapun rute ini akan melewati 10 dusun pada empat desa di Sleman, antara lain Desa Donokerto dan Girikerto di Kecamatan Turi serta Desa Trimulyo dan Pendowoharjo di Kecamatan Sleman.
"Harapannya dengan adanya rute permanen ini bisa terjadwalkan setiap saat secara internasional, kalau orang luar negeri ingin jalan kaki dimana sih, di Jogja ya di rute ini dengan menampilkan nuansa heritage," terangnya, Senin (12/11/2018).
Ia menjelaskan, rute yang ditetapkan itu bukan rute biasa, sebagian besar dusun memiliki potensi wisata lokal. Mulai dari keberadaan Salak Pondoh hingga produksi susu kambing etawa hasil peternakan warga. Rute tersebut tidak semuanya merupakan jalan yang telah dikeraskan namun juga melewati sejumlah titik jalan setapak. "Rute ini akan diresmikan sebagai permanent walk 10 km standart route IVV [internationaler volkssport verband] yang juga bisa dipakai untuk pejalan kaki lokal berlatih jalan kaki," katanya.
Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi menambahkan JIHW 2018 akan diikuti sebanyak 350 peserta dari luar negeri mereka berasal dari 25 negara, sedangkan peserta dari lokal dan nasional saat ini terkonfirmasi lebih dari 1.000 orang. Dengan adanya rute permanen diharapkan ke depan DIY menjadi referensi jalan kaki baik secara naisonal dan internasional. "Kami meyakini event tahunan ini selalu mendatangkan wisatawan dan mampu meningkatkan kunjungan," katanya.
Dalam event JIHW 2018 ini pada hari pertama akan dibuka di Dusun Kalangan, Trimulyo, Sleman sebagai pra event. Kemudian hari kedua dilanjutkan dengan jalan kaki dengan start dan finish di Lapangan Brahma Candi Prambanan dan hari ketiga jalan kaki rute permanen yang melewati 10 dusun di Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp59.850 per kg menurut PIHPS. Simak daftar lengkap harga pangan terbaru, mulai beras, telur hingga daging.
Febrie Adriansyah mundur dari jabatan Jampidsus dan suratnya diterima Jaksa Agung. Kasus penggeledahan rumah di Sentul masih didalami polisi.
Spanyol melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Belgia 2-1. Gol Mikel Merino di menit akhir jadi penentu kemenangan dramatis.
Redaksi Harian Jogja kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News edisi Sabtu (11/7/2026) yang merangkum berbagai isu paling hangat dan strategis.