514 Taruna Akmil Ikuti Kirab Perpisahan di Magelang
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Petugas TRC BPBD Jogja berkumpul di kompleks Benteng Vredeburg setelah menerima laporan pohon tumbang di kawasan itu yang ternyata hoaks, Selasa (13/11/2018)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA--Memasuki pergantian musim, angin kencang hingga hujan deras melanda wilayah Jogja. Sejumlah pohon ikut tumbang.
Selain mewaspadai dampak bencana, masyarakat juga harus berhati-hati atas maraknya hoaks yang mengabarkan soal bencana. Setidaknya akibat hoaks tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jogja kecele.
Hoaks itu diterima petugas TRC BPBD Jogja pada Selasa (13/11/2018). Di kabar itu disebutkan adanya pohon tumbang yang menimpa sebuah mobil di kawasan Benteng Vredeburg, Jogja.
Ironisnya, kabar itu dengan cepat tersebar di media sosial lengkap dengan foto sebuah pohon besar menimpa bagian atap mobil berwarna putih hingga remuk.
Sesampainya petugas TRC BPBD Jogja di Benteng Vredeburg, pohon besar yang tumbang dan menimpa sebuah mobil ternyata tidak ada. "Padahal tim sudah sampai Vredeburg ternyata tidak ada. Setelah ditelusuri kejadian ada di Solo, bukan di Jogja," kata Kepala Pelaksana BPBD Jogja Hari Wahyudi, Rabu (14/11/2018).
Dia mengaku, pada Selasa siang sekitar pukul 14.10 WIB memang ada kejadian pohon tumbang berdiameter 30 sentimeter dan tinggi 10 meter. Kejadiaannya di wilayah Warungboto Umbulharjo, bukan di sekitar Titik Nol Jogja atau Benteng Vredeburg. "Penyebabnya usia pohon sudah rapuh atau lapuk. Pohon sempat menimpa kabel listrik PLN, sekarang sudah terkondisikan," katanya.
Oleh karena itu dia berharap masyarakat bisa selektif menyaring informasi sebelum menyebarkannya. Apalagi jika hal itu terkait dengan informasi kebencanaan. "Ya, kami hanya bisa mengimbau. Masalahnya persebaran berita di medsos itu kecepatannya sangat luar biasa. Mudah-mudahan, teman-teman sukarelawan dan TRC tetap semangat [meski kecele] karena mereka bergerak demi kemanusiaan," katanya.
Di samping itu, Hari tetap berharap masyarakat tetap mewaspadai potensi munculnya bencana selama awal musim penghujan saat ini. Selain potensi genangan, angin kencang, hingga pohon tumbang. (Abdul Hamid Razak)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.