Yakin Singkirkan Prancis, Pelatih Spanyol Percaya Diri ke Final
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
Petugas TRC BPBD Jogja berkumpul di kompleks Benteng Vredeburg setelah menerima laporan pohon tumbang di kawasan itu yang ternyata hoaks, Selasa (13/11/2018)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA--Memasuki pergantian musim, angin kencang hingga hujan deras melanda wilayah Jogja. Sejumlah pohon ikut tumbang.
Selain mewaspadai dampak bencana, masyarakat juga harus berhati-hati atas maraknya hoaks yang mengabarkan soal bencana. Setidaknya akibat hoaks tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jogja kecele.
Hoaks itu diterima petugas TRC BPBD Jogja pada Selasa (13/11/2018). Di kabar itu disebutkan adanya pohon tumbang yang menimpa sebuah mobil di kawasan Benteng Vredeburg, Jogja.
Ironisnya, kabar itu dengan cepat tersebar di media sosial lengkap dengan foto sebuah pohon besar menimpa bagian atap mobil berwarna putih hingga remuk.
Sesampainya petugas TRC BPBD Jogja di Benteng Vredeburg, pohon besar yang tumbang dan menimpa sebuah mobil ternyata tidak ada. "Padahal tim sudah sampai Vredeburg ternyata tidak ada. Setelah ditelusuri kejadian ada di Solo, bukan di Jogja," kata Kepala Pelaksana BPBD Jogja Hari Wahyudi, Rabu (14/11/2018).
Dia mengaku, pada Selasa siang sekitar pukul 14.10 WIB memang ada kejadian pohon tumbang berdiameter 30 sentimeter dan tinggi 10 meter. Kejadiaannya di wilayah Warungboto Umbulharjo, bukan di sekitar Titik Nol Jogja atau Benteng Vredeburg. "Penyebabnya usia pohon sudah rapuh atau lapuk. Pohon sempat menimpa kabel listrik PLN, sekarang sudah terkondisikan," katanya.
Oleh karena itu dia berharap masyarakat bisa selektif menyaring informasi sebelum menyebarkannya. Apalagi jika hal itu terkait dengan informasi kebencanaan. "Ya, kami hanya bisa mengimbau. Masalahnya persebaran berita di medsos itu kecepatannya sangat luar biasa. Mudah-mudahan, teman-teman sukarelawan dan TRC tetap semangat [meski kecele] karena mereka bergerak demi kemanusiaan," katanya.
Di samping itu, Hari tetap berharap masyarakat tetap mewaspadai potensi munculnya bencana selama awal musim penghujan saat ini. Selain potensi genangan, angin kencang, hingga pohon tumbang. (Abdul Hamid Razak)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
SLB Tunas Bhakti di Pleret, Bantul, direvitalisasi Kemendikdasmen. DPRD Bantul mendorong pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Tim SAR mengevakuasi 173 orang, terdiri atas 172 korban selamat dan 1 meninggal dunia.
Bareskrim menetapkan delapan awak MV King Sun sebagai tersangka penyelundupan 1.298 kg ketamin di perairan Tanjung Berakit.
Makam mertua Djaduk Ferianto di Kuncen Lama dirusak. Ahli waris menyoroti biaya perawatan, Pemkot Jogja berencana menata pengelolaannya.
Gelombang pasang menerjang Pantai Pandansimo, Bantul, membuat tiga rumah rusak berat. Warga diminta waspada gelombang tinggi.