Hiphop, Diplomasi yang Datang dari Jalanan
Program Next Level di Bantul menunjukkan jejak diplomasi hiphop sebagai medium ekspresi generasi muda dan dialog budaya lintas negara.
Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadjamuddin Ramly (empat dari kanan) saat menyaksikan dari dekat batik Puro Pakualaman saat acara Mengenal Batik Puro Pakualaman di di Cemara 6 Galeri, Jakarta, Kamis (21/11/2018)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Tak hanya sekadar selembar kain dengan motif tertentu, batik merupakan jati diri bangsa Indonesia. Dalam selembar batik ada kesabaran, ketekunan dan olah rasa.
Saat batik telah mendunia, barulah muncul permasalahan, yakni banyaknya orang yang hanya sekadar mengenakan batik tanpa tahu makna, nilai, fungsi sosial budayanya. Oleh karena itu diperlukan kepedulian untuk menumbuhkan spirit mencintai budaya Tanah Air.
Atas dasar itulah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar serangkaian acara bertajuk Mengenal Batik Puro Pakualaman di Cemara 6 Galeri, Jakarta, mulai 21-23 November.
Rangkaian acara itu dimulai dengan kegiatan bincang-bincang bertajuk Batik Puro Pakualaman, lalu dilanjutkan dengan lokakarya membuat motif batik yang dapat diaplikasikan ke dalam berbagai bahan dan bentuk, serta bedah film Sekar, sebuah film pendek yang bercerita tentang pembatik yang disutradarai oleh Kamila Andini dan dibintangi oleh Christine Hakim.
Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nadjamudin Ramly mengatakan untuk merawat barang-barang peninggalan yang bersejarah tersebut, pemerintah jelas memerlukan biaya yang tak sedikit. Itulah sebabnya diperlukan kemitraan serta dan memotivasi masyarakat untuk turut menjaga warisan budaya yang ada. “Nantinya kami juga harus menggali swadaya masyarakat sehingga mereka bisa ikut terlibat,” kata dia melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Rabu (21/11).
Kini, kata dia yang diperlukan adalah pembagian kewajiban antara Kraton Jogja, maupun Pakualaman dengan Kemendikbud khususnya Direktorat Bidang Warisan Budaya. Saat ini diakui dia di Kasunanan Surakarta, Kasultanan Jogja, dan Pura Pakualaman sudah ada posko yang menangani warisan-warisan budaya tersebut agar tidak rusak.
“Tetapi untuk menanganinya butuh biaya yang sangat besar. Teknologi, pengarsipan dan mengawetkan warisan-warisan budaya itu mahal. Apalagi untuk digitalisasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNN RI membongkar jaringan penyelundupan cartridge vape berisi etomidate dari Malaysia melalui Batam dan menangkap tujuh tersangka.
TPP ASN Sleman berpotensi disesuaikan jika target PAD meleset, namun Pemkab menegaskan belum ada keputusan pemotongan.
Polri memutasi 146 perwira tinggi dan menengah. Brigjen Pol. Untung Widyatmoko ditunjuk sebagai Kadivhubinter Polri yang baru.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Salah satunya dirasakan Texsi Miki Fijay
Penyebab kematian Sutrimo masih didalami Polda Metro Jaya dengan melibatkan Puslabfor usai ditemukan tewas di Jakarta Selatan.