Ahmad Suhartono menunjukkan cabai di lahan miliknya dengan luas sekitar 400 meter di Bulak Tirto, Dusun Jaten, Triharjo, Pandak, Bantul, Rabu (21/11/2018)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, BANTUL—Petani cabai di Dusun Jaten, Triharjo, Pandak, Bantul tetap menanam cabai kendati rawan terserang hama Patek. Pasalnya, saat musim hujan, hama patek memang sangat berpotensi muncul.
Ciri-ciri patek pada buah adalah muncul bercak hitam pada kulit buah yang lama-kelamaan menyebar ke seluruh buah. Sedangkan pada daun adalah munculnya bercak coklat pada daun atau batang.
Petani di Dusun Jaten, Ahmad Suhartono mengatakan turunnya air hujan di pohon cabai membuat cabai berpeluang terserang patek. Meski memasuki musim hujan dia tetap menanam cabai.
Padahal, serangan patek, kata dia, juga mempengaruhi harga jual cabai. "Hujan turun tidak apa-apa saya tetap tanam cabai sebab sudah saya antisipasi agar tidak kena patek. Saya biasa jual Rp13 ribu per kilogram tapi kalau beberapa kena patek harganya jadi Rp12 ribu per kilogram," kata dia kepada Harian Jogja, Rabu (21/11).
Selain rawan terserang patek, tanaman cabai juga bisa terkena layu pada daunnya. Ini disebabkan petani kurang rutin melakukan penyiangan. Lebih lanjut, dia menjelaskan beberapa cara agar tanaman cabai tidak terkena patek. Pertama adalah menentukan tanggal tanam yang tepat sehingga panen tidak terjadi saar musim hujan. Kedua adalah memberi jarak jika menanam saat musim hujan.
"Panen cabai normalnya dalam waktu 70 hari jadi bisa kami perkirakan kapan akan panen. Cobalah menanam cabai dengan jarak 45 sentimeter untuk setiap pohon," kata dia.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul, Pulung Haryadi mengatakan cabai pada umumnya ditanam saat musim kemarau. Masalah akan muncul untuk para petani cabai ketika musim penghujan tiba.
"Kebutuhan orang akan cabai kan tidak mengenal musim, hal ini membuat kami agar bisa mencari solusi saat musim hujan tiba," kata dia.
Solusi yang diupayakan oleh Dipertautkan Bantul adalah bekerja sama dengan para peneliti untuk menemukan varietas cabai yang mampu bertahan saat musim hujan. Varietas cabai yang mampu bertahan saat musim hujan adalah cabai rawit dan cabai keriting.
Menurut dia, patek bisa dicegah. Pencegahan utama patek terletak pada kualitas air untuk mengairi kebun para petani cabai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.