Hyundai Stargazer Siap Mengaspal di Jogja
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Ilustrasi hujan/Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Penghentian dropping air bersih yang direncanakan pekan ini di Gunungkidul batal. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Gunungkidul justru berencana memperpanjang darurat kekeringan karena hujan yang diprediksi turun pekan ini tak kunjung mengguyur wilayah setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, melihat kondisi saat ini, hujan belum merata dan beberapa hari ini meski kabupaten/kota lain sudah mulai hujan, namun untuk wilayah Gunungkidul belum turun hujan.
“Agak kuatir karena hujan tidak kunjung turun. Kami masih melihat situasi, patokan kami prakiraan cuaca dari BMKG. Menurut prakiraan hujan merata pada minggu ketiga,” ujar Edy, Jumat (23/11/2018).
Jika nanti tak kunjung hujan juga, status darurat kekeringan terpaksa diperpanjang kembali. “Darurat kekeringan ada batasnya satu bulan, namun juga melihat kondisinya juga,” ujarnya.
Pihaknya juga bersiap menghitung kembali anggaran yang dibutuhkan jika nanti benar status darurat kekeringan akan diperpanjang. Saat ini BPBD Gunungkidul terus mengirim air bersih untuk daerah yang membutuhkan, meski intensitas dropping berkurang.
Saat ini daerah yang masih membutuhkan dropping air adalah kawasan utara Gunungkidul seperti kecamatan Ngawen, Nglipar, Semin dan beberapa di kawasan selatan Gunungkidul, seperti sebagian Kecamatan Tepus.
Edy mengungkapkan untuk pembiayaan dropping menggunakan angaran Belanja Tidak Terduga (BTT), karena anggaran dropping sebesar Rp638 juta telah habis sejak Oktober.
Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG DIY, Djoko Budiyono mengatakan November ini, untuk wilayah DIY secara bertahap akan memasuki awal musim hujan.
Untuk wilayah utara dan barat Jogja sudah masuk musim hujan di dasarian satu atau Kamis (1/11/2018)- Senin (10/11/2018) kemarin didasarian dua atau Senin (11/11/2018)-Kamis (20/11/2018) ini bagian tengah Jogja juga sudah masuk musim hujan. “Terakhir didasarian tiga Jumat (21/11/2018) – Minggu (30/11/2018) bagian tenggara Jogja seperti Gunungkidul bagian selatan baru akan masuk musim hujan di akhir November ini,” ujarnya.
Hanya saja memang baru awal musim hujan, sehingga intensitas dan frekuensi terjadinya hujan belum terlalu besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.